Berita

Budidaya Sidat Nusakambangan: Bekali Napi Keterampilan, Hidupkan Nelayan Lokal

Advertisement

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mendampingi Komisi XIII DPR RI meninjau sarana pembinaan narapidana di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu fokus kunjungan adalah kolam budidaya Ikan Sidat yang diharapkan tidak hanya membekali napi dengan keterampilan, tetapi juga menghidupkan ekonomi komunitas nelayan setempat.

Program Pemberdayaan Ganda

Program budidaya Ikan Sidat ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memberikan keterampilan baru bagi narapidana agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. Kedua, memberdayakan komunitas nelayan di Cilacap yang berperan sebagai pemasok bibit sidat. Pihak Nusakambangan diketahui membeli bibit sidat langsung dari para nelayan lokal.

Ikan sidat, yang dikenal kaya akan vitamin, protein, dan Omega-3, memiliki nilai ekonomis tinggi. Di Jepang, ikan ini populer sebagai hidangan bernama Unagi.

Proses Budidaya dan Pertanyaan Legislator

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menanyakan asal bibit sidat kepada pegiat budidaya, Rudi Sutomo. “Pembibitannya dari mana?” tanya Yanuar.

Rudi, yang merupakan mitra pendamping pelatihan, menjelaskan bahwa bibit sidat berasal dari koperasi nelayan. Ia kemudian merinci kapasitas tampung kolam budidaya yang sedang dikembangkan di Nusakambangan. “Kolam isi 6.000 bibit, Pak,” jawab Rudi.

Kolam-kolam budidaya sidat tersebut berlokasi strategis di dekat bibir pantai, memfasilitasi proses budidaya yang optimal.

Advertisement

Dampak Ekonomi dan Harapan ke Depan

Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya pemberdayaan komunitas nelayan melalui program ini. “Komunitas nelayan biar hidup, warga binaan tambah pengetahuan agar saat keluar bisa menerapkan budidaya ikan juga,” ujar Menteri Agus.

Setelah meninjau kolam, rombongan diajak mencicipi olahan ikan sidat, mulai dari yang dibakar sederhana hingga yang disajikan dengan saus ala Jepang.

Legislator Marinus Gea mengemukakan ide inovatif terkait pengembangan budidaya sidat. Ia bertanya tentang kemungkinan tim dari Nusakambangan memberikan pelatihan kepada pihak luar yang memiliki lahan budidaya. Lebih lanjut, Marinus mengusulkan agar pihak-pihak yang menerima pelatihan dapat menyerap mantan narapidana yang telah terlatih sebagai tenaga kerja.

“Saya mau bertanya, idenya sangat bagus, penjelasan komprehensif, di antara teman-teman ini seperti jadi punya inspirasi bagaimana mengembangkan budidaya ini. Bagaimana jika butuh pelatihannya untuk nanti proses ini bisa terjadi? Sehingga teman-teman (warga binaan pemasyarakatan) yang keluar dari Nusakambangan bisa ditampung di pihak-pihak luar yang punya lahan untuk dikembangkan?” ungkap Marinus.

Menteri Agus menyambut baik ide tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk membantu pelatihan. Ia melihat potensi besar program ini dalam menciptakan lapangan kerja, terutama bagi para mantan warga binaan pemasyarakatan.

Advertisement