Satuan Brimob Polda Metro Jaya mendirikan dapur lapangan untuk membantu warga terdampak banjir di Cilincing, Jakarta Utara. Dapur umum ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang mengungsi akibat rumah mereka terendam air.
Bantuan 200 Porsi Nasi Goreng
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan personel untuk mendirikan dapur lapangan. “Satbrimob Polda Metro Jaya mendirikan dapur lapangan untuk membantu warga yang terdampak banjir,” kata Kombes Henik Maryanto, Selasa (13/1/2026).
Wadanyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, AKP Sunarto, menambahkan bahwa sebanyak 15 personel dikerahkan dalam kegiatan ini. Total ada 200 porsi nasi goreng telur dan air minum yang dibagikan kepada masyarakat di lokasi pengungsian.
“Anggota Batalyon A Pelopor membagikan nasi goreng telur dan air minum ke lokasi pengungsian di wilayah Semper Barat. Keseluruhan sebanyak 200 porsi,” ujar AKP Sunarto. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak banjir. Kegiatan berjalan dengan kondusif.
Kesiapsiagaan Polda Metro Jaya
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa dapur lapangan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem di kawasan pesisir Jakarta Utara.
“Kami menyiapkan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya makanan siap saji, tetap terpenuhi apabila terjadi banjir atau kondisi darurat,” kata Kombes Budi Hermanto. Ia mengungkapkan bahwa kendaraan dapur lapangan Brimob ditempatkan di dua titik strategis.
Dua titik tersebut adalah Yon A Pelopor di Rusunawa Embrio Semper Barat, Jalan Blibis RT 019/004, serta Yon B Pelopor di Ruang Pola Lantai 3 Kantor Kelurahan Semper Timur, Jalan Madya Kebantenan RT 007 RW 02 Nomor 20. Penempatan ini bertujuan agar bantuan dapat menjangkau permukiman warga yang rawan terdampak banjir secara lebih cepat dan efektif.
“Personel Brimob juga kami siagakan lengkap dengan peralatan pendukung. Jika terjadi peningkatan debit air atau warga harus dievakuasi, seluruh unsur sudah siap bergerak,” tambah Kombes Budi Hermanto.






