Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus berkomitmen memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program unggulannya, Klasterku Hidupku. Program ini secara khusus menyasar pelaku usaha di sektor produksi yang memegang peranan vital dalam perekonomian daerah.
Pendekatan Pemberdayaan Klaster
Melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya memfasilitasi akses permodalan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem usaha yang kondusif. Tujuannya adalah mendorong kolaborasi antar pelaku usaha, meningkatkan skala produksi, dan memperkuat daya saing di tingkat lokal.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan, “Dengan pendekatan ini BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya. Semoga cerita inspiratif dari Klaster Usaha Panaba di Banyuwangi menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah.”
Hingga akhir tahun 2025, BRI telah berhasil membina 42.682 Klaster Usaha. Pembinaan ini disertai dengan 3.001 kegiatan pemberdayaan yang mencakup pelatihan usaha serta dukungan sarana dan prasarana (sarpras) produksi. Fokus utama pembinaan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian daerah.
Kisah Sukses Klaster Panaba Banyuwangi
Salah satu klaster yang merasakan manfaat program Klasterku Hidupku adalah Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) di Banyuwangi. Pendampingan yang diberikan BRI berfokus pada kebutuhan mendasar budidaya buah naga, khususnya pemanfaatan lampu untuk mengatur siklus produksi di luar musim.
Pemimpin Kelompok Panaba, Edy, mengungkapkan, “Dengan pendampingan dari BRI, petani jadi lebih berani mengembangkan usaha. Apalagi kalau mau pakai teknologi, itu kan butuh modal besar. Kalau sendiri, berat.” Inovasi penggunaan lampu ini telah dikembangkan sejak 2013 dan terbukti meningkatkan konsistensi produksi serta kualitas panen buah naga.
Edy menambahkan, bentuk pemberdayaan dari BRI sangat komprehensif. “Ada juga bantuan berupa pelatihan, seperti mendatangkan pakar supaya petani bisa belajar langsung. Selain itu, BRI juga mempermudah akses pinjaman modal. Kalau petani sudah punya tanaman buah naga, proses pinjamannya tidak ribet dan tidak perlu agunan yang sulit,” jelasnya.
Rangkaian dukungan BRI terbukti meningkatkan kepercayaan diri petani. “Dengan adanya pendampingan dari BRI ini, petani jadi lebih yakin dan lebih berani untuk mengembangkan usaha buah naganya. Petani tidak jalan sendiri,” ujar Edy.






