Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panggalih, Garut, Jawa Barat, meminta Kepala Desa Panggalih untuk menahan diri dan tidak bersikap arogan menyusul dugaan intimidasi yang dilakukan oleh keluarganya terhadap seorang warga yang kerap mengkritik kondisi desa. Pria bernama Holis Muhlisin (31) diduga menjadi korban intimidasi oleh keluarga Kepala Desa Panggalih.
Permintaan BPD untuk Kepala Desa
Ketua BPD Panggalih, Agus Suhendar, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. “Kami menyayangkan peristiwa itu terjadi. Saya juga tadi sudah telepon Pak Kades, saya sudah minta agar beliau menahan diri dan tidak arogan,” ungkap Agus Suhendar kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Agus berharap Kepala Desa dapat menerima masukan dari masyarakatnya. Ia menekankan pentingnya dialog jika terjadi kesalahpahaman, agar kedua belah pihak dapat duduk bersama mencari solusi terbaik. BPD Panggalih, lanjut Agus, menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan desa, termasuk mengingatkan dan mengevaluasi progres pembangunan yang belum terealisasi di tahun 2025. “Di tahun 2026 ini, terdapat sejumlah titik lokasi yang direncanakan akan dilakukan perbaikan dengan catatan tetap disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelas Agus.
Dugaan Intimidasi Terekam Video
Peristiwa ini menjadi viral setelah beredarnya rekaman video yang menunjukkan dugaan intimidasi terhadap Holis Muhlisin. Dalam video tersebut, Holis tampak didatangi oleh sejumlah orang yang diduga merupakan kerabat dan keluarga kepala desa. Salah seorang pria dalam video terdengar melontarkan pertanyaan bernada mengancam dalam bahasa Sunda, “Mau tenar kamu? Mau ngejago?”.
Holis Muhlisin diketahui sering menyampaikan kritikannya terhadap kondisi desa, yang diduga menjadi pemicu aksi intimidasi tersebut.






