Berita

Bocah 13 Tahun Terciduk Curi 5 Bungkus Rokok di Tangerang, Kantongnya Berisi Rp 1,3 Juta

Advertisement

Tangerang – Sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah perempuan berusia 13 tahun dikerumuni warga di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang. Bocah berinisial Z tersebut diduga telah mencuri lima bungkus rokok di sebuah warung. Selain barang bukti rokok, warga juga menemukan uang tunai senilai Rp 1,3 juta di kantongnya.

Dalam rekaman video yang beredar, bocah berambut sebahu itu tampak sedang diinterogasi oleh beberapa warga. Salah seorang warga menanyakan asal usul uang yang ditemukan di kantongnya. Bocah tersebut mengaku bahwa uang tersebut adalah milik ibunya.

“Duit siapa ini?” tanya seorang warga dalam video. “Mama,” jawab bocah tersebut. “Emaknye aje cing suruh mari,” timpal warga lainnya, menyarankan agar orang tua bocah tersebut dipanggil.

Kejadian ini bermula ketika bocah tersebut diketahui hendak menjual lima bungkus rokok hasil curian ke sebuah warung di Jalan Petir Utama, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Senin (2/2/2026) malam. Setelah tertangkap, ia kemudian dibawa ke rumah ketua RW setempat untuk diinterogasi lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa bocah berinisial Z (13) tersebut berasal dari Kembangan, Jakarta Barat. Namun, pihak korban memilih untuk tidak membuat laporan polisi.

“Memang benar terjadi pencurian oleh anak perempuan inisial Z (13), kejadiannya Senin (2/2) jam 8 malam. Pihak korban tidak melapor karena kasihan anak kecil,” ujar Prapto, Rabu (4/2/2026).

Advertisement

Prapto menambahkan, bocah tersebut diduga telah mencuri lima bungkus rokok kretek. Setelah kejadian, Ketua RW langsung mengantar pelaku ke alamat rumahnya. Namun, menurut penuturan ketua RT setempat, anak tersebut diketahui sudah sering melakukan aksi serupa.

“Kemudian Ketua RW mengantar pelaku ke alamat rumahnya. Ternyata kata Ketua RT, anak ini sering melakukan pencurian, Ketua RT-nya sudah kecapekan,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan ketua RT, Z selama ini tinggal bersama ibunya setelah ayahnya meninggal dunia. Bocah tersebut juga diketahui sudah tidak bersekolah.

“Anaknya sudah nggak sekolah, putus sekolah,” imbuhnya.

Advertisement