Berita

BNN Ungkap 160 Kg Sabu di Aceh, Sindikat Golden Triangle Gunakan Modus Baru Kemasan Kopi

Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan narkoba internasional yang beroperasi di Aceh, menyita total 160 kilogram sabu. Modus baru dalam pengemasan narkoba menggunakan bungkus kopi merek ‘Guatemala Antigua’ terungkap dalam operasi ini, mengindikasikan keterlibatan sindikat Golden Triangle.

Pengungkapan Awal di Aceh Timur

Operasi penindakan dimulai dengan penangkapan kurir berinisial M di Aceh Timur. Dari tangan M, petugas BNN berhasil menyita 100 kilogram sabu yang disembunyikan dalam lima karung plastik warna kuning. Barang haram tersebut ditemukan di dalam mobil yang dikendarai M, yang diduga beroperasi atas perintah seorang pengendali berinisial IB.

“Jumlah barang bukti sebanyak 100 kilogram tepatnya di daerah Perlak (Aceh Timur). Sehingga pada saat itu sebagai pengendali yang namanya IB, kita minta bantuan dari BNNP Aceh untuk dilakukan pengejaran,” ujar Plt Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan dalam jumpa pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/2/2026).

Dalam penggeledahan, petugas juga menyita satu unit mobil dan dua unit telepon genggam dari tersangka M.

Pengembangan Kasus ke Bireuen, Sabu Disimpan di Kandang Kambing

Tindak lanjut dari penangkapan M, tim BNN melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku lain berinisial B di Bireuen pada Selasa (4/2/2026). Penangkapan B membuka tabir penyimpanan 60 kilogram sabu lainnya.

“Dari Bireuen kita menggiring yang bersangkutan untuk mencari barang bukti yang disimpan. Ternyata yang bersangkutan bersama-sama dengan satu orang lagi namanya A menyimpan barang bukti sebanyak 60 kilogram di bawah satu lokasi namanya Kandang Kambing, jadi ditanam di tanah,” jelas Brigjen Roy Hardi Siahaan.

Advertisement

Modus Baru dan Jaringan Internasional

Brigjen Roy Hardi Siahaan mengungkapkan bahwa sindikat ini menggunakan kemasan baru berupa bungkus kopi ‘Guatemala Antigua’, berbeda dari kemasan teh yang lazim ditemukan sebelumnya. Penelusuran lebih lanjut mengungkap adanya korelasi dengan sindikat internasional jaringan Segitiga Emas atau Golden Triangle.

“Kemudian, setelah ditelusuri oleh jaringan intelijen kita, ternyata sindikat ini terkoneksi dengan supplier yang ada di Malaysia. Sehingga kalau kita bisa menyimpulkan sementara, indikasinya atau sindikat jaringan internasional berada di wilayah jaringan Segitiga Emas,” imbuhnya.

Pemberantasan Narkoba sebagai Isu Kemanusiaan

Kepala BNN, Komjen Suyudi, sebelumnya menekankan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan syarat membangun sumber daya manusia unggul.

“Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa,” kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Ia menambahkan bahwa narkoba harus dipandang sebagai isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba dianggap sebagai korban yang perlu direhabilitasi, bukan dipenjara.

Advertisement