Berita

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Januari-Februari 2026, Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Advertisement

JAKARTA, 13 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan deras disertai angin kencang di berbagai daerah.

Puncak Musim Hujan Bervariasi

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa waktu puncak musim hujan di setiap wilayah Indonesia memiliki perbedaan. Namun, secara umum, periode Januari-Februari 2026 menjadi puncak musim hujan nasional.

“Puncak musim hujan secara umum tetap diprediksi akan terjadi pada periode Januari-Februari 2026. Di Jawa, Sulawesi, dan Maluku-Papua, puncak musim hujan cenderung lebih awal dibandingkan prediksi sebelumnya,” ujar Ida, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, beberapa wilayah mengalami pergeseran waktu puncak musim hujan. “Sebaliknya, di Sumatera dan Bali, puncak musim bergeser menjadi lebih lambat. Sebagian besar wilayah yang dimutakhirkan mengalami puncak musim hujan yang sama hingga maju dengan normalnya kecuali di Sumatera (lebih mundur dengan normalnya),” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui berbagai kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi, dan media sosial.

Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan

Dalam sepekan ke depan, tepatnya pada 12 hingga 18 Januari 2026, hujan deras diperkirakan masih akan mengguyur sejumlah wilayah. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.

Advertisement

“Potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih diprediksi dapat terjadi di sejumlah wilayah, meliputi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, serta Papua Pegunungan,” urai Ida.

Imbauan Kewaspadaan Bencana

Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinamis. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi perlu diantisipasi.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Kegiatan luar ruang seperti ibadah, aktivitas wisata, dan perayaan juga disarankan untuk mempertimbangkan kondisi cuaca.

Persiapan Menghadapi Musim Hujan

BMKG juga menyarankan beberapa langkah persiapan menghadapi musim hujan:

  • Waspada terhadap penyakit musim hujan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau diare.
  • Berhati-hati saat berkendara, hindari berteduh di bawah pohon besar, dan jangan mengebut.
  • Rutin memantau informasi prakiraan cuaca terkini dari akun resmi BMKG.
  • Mengetahui wilayah yang berpotensi banjir dan pohon tumbang.
  • Menyiapkan perlengkapan seperti payung, jas hujan, dan tas siaga bencana.
  • Memeriksa dan membersihkan saluran air serta drainase di lingkungan rumah.
  • Tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kali atau selokan.
  • Mengecek ketinggian muka air, titik banjir, dan kondisi pintu air di sekitar tempat tinggal.

Informasi lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca dan persiapan menghadapi musim hujan dapat disaksikan melalui program detikPagi edisi Selasa (13/1/2026) yang tayang langsung di 20.detik.com, YouTube, dan TikTok detikcom.

Advertisement