Berita

BMKG: Potensi Hujan Masih Ada Saat Ramadan, Namun Intensitas Ekstrem Menurun

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa potensi hujan masih dapat terjadi selama periode Ramadan. Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa secara umum intensitas hujan cenderung menunjukkan tren penurunan.

Tingkat Ekstremitas Menurun

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan, “Masih ada potensi hujan ya, tapi memang tingkat ekstremitasnya mulai menurun melandai.” Pernyataan ini disampaikan Andri usai diskusi Dialektika Demokrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Andri merinci bahwa hujan masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. “Terutama ini di Jawa, Bali, Nusa Tenggara karena masih hingga April musim aktifnya bibit siklon dan siklon tropis di selatan. Nah, itu secara historikal itu sampai April tuh di situ. Nah, ketika muncul itu dalam skala waktu yang singkat ya, 3 hingga 10 hari atau 5 hari gitu,” paparnya.

Imbauan Kewaspadaan

Meskipun cuaca ekstrem diprediksi cenderung berkurang dari Februari ke Maret, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca, khususnya selama bulan Ramadan.

Advertisement

“Terus kita antisipasi walaupun secara klimatologis ataupun musiman ini melandai Februari ke Maret, tetapi ketika ada muncul bibit siklon di selatan ataupun siklon tropis, nah ini yang perlu kita antisipasi dapat meningkatkan tadi potensi cuaca ekstrem itu tadi,” ujar Andri.

Oleh karena itu, ia menambahkan, “Jadi imbauannya tentu masyarakat terus memantau dan mengikuti informasi dari BMKG.”

Advertisement