Berita

BMKG Peringatkan Ancaman Siklon Tropis Makin Dekat, Potensi Cuaca Ekstrem 10-20 Tahun ke Depan

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius mengenai ancaman siklon tropis yang semakin mendekat ke wilayah daratan Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam satu hingga dua dekade mendatang.

Siklon Tropis dan Dampaknya

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa secara geografis, Indonesia memiliki dua area perhatian utama terkait siklon tropis. Wilayah utara khatulistiwa aktif antara Mei hingga Desember, sementara wilayah selatan di Samudra Hindia, meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa bagian selatan, hingga Nusa Tenggara Timur, aktif dari November hingga April. Terdapat periode tumpang tindih aktivitas siklon pada bulan November dan Desember.

Saat ini, beberapa siklon tropis dilaporkan masih aktif di wilayah selatan Jawa. Andri menegaskan bahwa Indonesia tetap terdampak oleh siklon tropis meskipun tidak secara langsung dilewati badai seperti negara lain. “Kita terus monitor, saat ini sedang aktif beberapa siklon tropis di wilayah selatan Jawa yang paling terdampak dampaknya karena secara remote tadi ya, membuat pola sirkulasi angin walaupun kita tidak dilewati badai seperti di Amerika, di Filipina, di Jepang, tetapi cuaca ekstrem dampak dari pengaruh itu bisa sampai 1.000 km, 500 km sampai 1.000 km terhadap pola cuaca,” jelas Andri dalam diskusi Dialektika Demokrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dampak siklon tropis di selatan Jawa, lanjutnya, tidak hanya memengaruhi wilayah tersebut, tetapi juga dapat meluas hingga Jakarta dan kota-kota di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa. “Ini misalkan di selatan Jawa, juga bisa berdampak terhadap Jakarta, juga di kota-kota di Pantura, gitu. Tidak hanya yang di selatan Jawa karena pengaruhnya itu 500 hingga 1.000 km remote effect-nya siklon tropis tersebut,” paparnya.

Advertisement

Tren Mendekat ke Daratan

Secara historis, kejadian siklon tropis yang mendekati perairan Indonesia tergolong jarang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, fenomena ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan untuk semakin mendekat ke daratan.

Andri mencontohkan beberapa siklon tropis yang pernah berdampak di Indonesia, seperti siklon pada tahun 2002, siklon Cempaka pada 2017 yang memengaruhi Yogyakarta, siklon Seroja, hingga siklon Senyar. “Jadi semakin ke sini, si siklon itu semakin mendekat ke daratan, bergeser. Nah, inilah yang artinya kita 10 tahun, 20 tahun ke depan itu akan menghadapi ancaman serupa,” tuturnya.

Advertisement