Jakarta – Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinnarwenny, mengungkapkan bahwa sumbatan pada sistem drainase menjadi penyebab utama sering terjadinya genangan air di Flyover Daan Mogot, kawasan Pesing, Jakarta Barat, saat curah hujan tinggi. Upaya perbaikan drainase telah dilakukan sejak tahun 2025.
Perbaikan Drainase dan Jalan Beton
“Kami sudah melakukan sejumlah perbaikan pada drainase, tetapi masih ada indikasi penyumbatan yang menyebabkan genangan,” ujar Dinnarwenny saat dihubungi, Kamis (22/1/2026). Ia menambahkan bahwa selain perbaikan drainase, Bina Marga juga memperbaiki jalan beton di flyover yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.
Untuk mengatasi masalah penyumbatan yang berulang, Dinnarwenny menyatakan telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Kehutanan dan Pertamanan (Sudintamhut) Jakarta Barat. Koordinasi ini diharapkan dapat menindaklanjuti akar permasalahan penyumbatan drainase guna mencegah terulangnya genangan.
Pihak Bina Marga memastikan akan terus memantau kondisi flyover secara berkala dan melakukan langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan. “Upaya ini diharapkan dapat mengurangi genangan dan meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan,” jelasnya.
Kondisi Flyover dan Respons Kepolisian
Sebelumnya, Flyover Pesing sempat menjadi sorotan setelah video genangan air di kawasan tersebut viral di media sosial saat hujan deras melanda. Dalam video yang beredar, terlihat beberapa kendaraan harus berjalan perlahan melintasi genangan air.
Menanggapi situasi tersebut, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengonfirmasi bahwa ketinggian genangan air di Flyover Pesing saat itu berkisar antara 5 hingga 10 cm. Meskipun demikian, kendaraan masih dapat melintas meskipun dengan kecepatan rendah.






