Berita

Bima Arya Tekankan Arahan Presiden Prabowo untuk Penanganan Bencana Aceh Tamiang

Advertisement

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menggarisbawahi dua arahan krusial dari Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan dampak banjir dan longsor di Sumatera. Penekanan ini disampaikan Bima Arya saat menghadiri acara serah terima 600 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Kamis (8/1/2026).

Arahan Presiden untuk Gerak Cepat dan Kolaborasi

“Jadi, arahan Bapak Presiden adalah, satu, bergerak cepat. Dua, bergerak semua. Ini yang sekarang terjadi di sini, dalam waktu sekitar dua minggu berkolaborasi [dengan] BUMN Karya, membantu bersinergi bersama kepala daerah. Akhirnya bisa terwujud hunian sementara,” ujar Bima Arya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (9/1/2026).

Bima Arya mengapresiasi kecepatan kerja dan sinergi yang terjalin antara BUMN Karya, Danantara, dan pemerintah daerah (Pemda) dalam merealisasikan pembangunan huntara tersebut. Ia juga memberikan instruksi kepada Bupati Aceh Tamiang untuk segera membangun sistem pengelolaan kawasan huntara.

Sistem pengelolaan tersebut mencakup pengaturan fasilitas pendukung vital seperti pasokan air, listrik, dan akses transportasi. Selain itu, Bima Arya juga meminta agar segera dibentuk struktur RT/RW baru di kawasan tersebut. “Kami titip kepada Pak Bupati untuk membangun sistem di sini, karena akan perlu diatur nanti,” tambahnya.

Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Dukungan Kemendagri

Lebih lanjut, Bima Arya menegaskan komitmen Pemda untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang menempati huntara terpenuhi secara optimal. Kepala desa setempat juga diimbau untuk terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga keamanan dan ketertiban kawasan.

Advertisement

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengerahkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara (ASN). Mereka ditugaskan untuk mendampingi Pemda dalam upaya pemulihan berbagai sarana dan prasarana layanan publik, termasuk gedung pemerintahan dan fasilitas pendidikan.

“Apabila dibutuhkan nanti kami siap untuk juga mengaktivasi, mengawasi, memfasilitasi warga di hunian sementara ini agar tetap terlayani dengan baik,” ungkap Bima Arya.

Fasilitas Lengkap di Kawasan Huntara

Sebagai informasi, 600 unit huntara yang dibangun ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak langsung oleh banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Setiap unit huntara memiliki luas 20 meter persegi dan dilengkapi dengan dua set tempat tidur serta satu unit lemari.

Kawasan huntara ini juga dirancang dengan fasilitas komunal yang memadai, meliputi ruang mandi, cuci, kakus (MCK), dan dapur umum. Selama periode enam bulan pertama, fasilitas listrik, gas, dan layanan internet akan disediakan secara gratis. Selain itu, tersedia pula area bermain anak, musala, serta fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan dapat membantu warga beradaptasi selama masa pemulihan.

Advertisement