Berita

Bestari Barus Ungkap Ahmad Ali Jadi Magnet Kuat Tarik Kader NasDem ke PSI

Advertisement

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengungkapkan bahwa sosok Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menjadi salah satu faktor penarik utama bagi sejumlah kader Partai NasDem yang memutuskan bergabung dengan PSI. Menurutnya, pengalaman politik Ahmad Ali yang mumpuni menjadikannya figur penting yang tidak bisa diabaikan.

Ahmad Ali Sebagai Penarik Utama

“Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu. Kemudian menginspirasi banyak pihak,” ujar Bestari saat dihubungi pada Minggu, 25 Januari 2026.

Bestari menambahkan, selain pengaruh Ahmad Ali, kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), juga turut menjadi daya tarik bagi para politisi yang bernaung di PSI. Ia menilai Ahmad Ali, sebagai tokoh senior, mampu memberikan rasa nyaman bagi para kader.

“Saya tidak mengatakan hanya NasDem, tapi banyak pihak. Kalaupun yang kemudian yang terbanyak adalah NasDem, ya itu apalah biasa itu. Saya kira dua-duanya. Kalau, kalau dari NasDem, tentu yang menjadi penarik itu tentu Pak Ahmad Ali karena beliau cukup lama ya di NasDem. Dan mungkin kalau bergabung melihat adanya kenyamanan ke depan gitu bersama dengan Pak Ahmad Ali,” jelasnya.

Motivasi Beragam, Harapan Besar untuk PSI

Bestari juga mengakui bahwa tidak sedikit individu yang belum menentukan pilihan politiknya akhirnya memilih PSI. Ia berharap semakin banyak tokoh publik yang bergabung di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

“Tapi kalau karena Pak Jokowi-nya juga banyak juga. Dari dulu tidak berpartai kemudian ikut berpartai pilihannya PSI, banyak. Dan mudah-mudahan kami berharap ya kalau dikaitkan juga dengan Rusdi Masse, Rusdi Masse itu ya satu dari sekian banyak yang akan bergabung,” tuturnya.

Advertisement

Meskipun demikian, Bestari menekankan bahwa keputusan seseorang untuk bergabung dengan partai politik merupakan hak privat yang tidak dapat diintervensi. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri yang bergabung dengan PSI karena mencari legitimasi atas hasrat politiknya yang masih tinggi setelah tidak berada dalam kepengurusan partai selama dua periode.

“Kan saya sudah pernah sebutkan ya bahwa bergabung, tidak bergabung, berpindah dari satu partai politik itu murni adalah hak privat. Dari siapapun gitu ya, yang tidak bisa diintervensi. Ya kan seiring perjalanan daripada kami yang telah katakanlah mendahului bergabung dengan PSI, bahkan masing-masing kami pun berbeda motivasinya gitu,” ungkap Bestari.

Ia menambahkan, “Kalau saya kan jelas bahwa selama dua kurun, dua apa kongres, saya tidak pernah ada di dalam kepengurusan sehingga saya mencari legitimasi atas hasrat politik saya yang masih tinggi, kan begitu.”

Potensi Tambahan Kekuatan Partai

Bergabungnya Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rusdi Masse, ke PSI diharapkan Bestari dapat semakin memperkuat barisan partai. Ia mengungkapkan bahwa ketertarikan terhadap PSI tidak hanya datang dari kader NasDem, tetapi juga dari partai politik lainnya.

“Harapan lah, harapan kami. Kalau sekelas Rusdi Masse saja nanti pindah, nanti pindah ya, nanti pindah. Mudah-mudahan yang lainnya juga akan sangat lebih banyak lagi pada waktunya. Nggak kurang kader-kader struktur aktif bahkan yang masih aktif di DPR pun atau di DPRD itu mulai ada komunikasi-komunikasi. Ya nggak saya katakan cuma dari satu partai, dari banyak partai,” imbuhnya.

Advertisement