Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Serang mengidentifikasi kawasan Banten Lama sebagai area yang rentan terhadap banjir. Penyebab utamanya adalah penyempitan kanal yang signifikan, yang menyebabkan luapan air saat terjadi hujan deras.
Revitalisasi Kanal Mendesak
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa revitalisasi kanal di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, akan segera dilakukan. Ia menjelaskan bahwa kanal yang semula memiliki lebar 10 hingga 15 meter kini menyusut drastis menjadi hanya 1 meter.
“Perlu ada revitalisasi, karena kanal itu dari kondisi awal 10 sampai 15 meter mengalami penyempitan karena banyak ditempati masyarakat. Drainase sekarang cuma tersisa 1 meter,” ujar Arlan, Selasa (6/1/2026).
Rumah Warga Menghalangi Aliran
Lebih lanjut, Arlan mengungkapkan bahwa keberadaan rumah-rumah penduduk yang dibangun di atas atau menghalangi aliran kanal menjadi faktor krusial terjadinya banjir. Kondisi ini secara langsung menghambat kelancaran air, sehingga menyebabkan luapan.
“Banyak rumah penduduk. Setelah ditelusuri, ada yang mentok atau alirannya berhenti di rumah, makanya meluap dan banjir,” jelasnya.
Penanganan Sementara dan Normalisasi
Sebagai langkah penanganan sementara, Pemerintah Provinsi Banten berencana membuat sodetan dari pelataran Banten Lama menuju kanal. Arlan menambahkan bahwa Pemprov dan Pemkot Serang akan berkolaborasi dalam melakukan pendataan dan normalisasi.
“Pemkot akan menginventarisasi bangunan yang berada di atas kanal. Jadi minimal kanal tidak hanya 1 meter. Rencana Pak Wali nanti akan melakukan sosialisasi pengembalian batas lahan dan penertiban. Leading ada di Kota Serang, sementara provinsi akan melakukan pengembalian fungsi dan pengerukan,” terangnya.






