Berita

Banjir Landa 15 Titik di Kabupaten Tangerang Akibat Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Advertisement

Kabupaten Tangerang, Banten, dilanda banjir di sejumlah titik pada Senin, 12 Januari 2026, menyusul hujan lebat yang disertai angin kencang. Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 15 wilayah terendam air.

Daftar Titik Banjir

Berdasarkan keterangan Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di 15 titik, antara lain:

  • Desa Sukawali, Pakuhaji
  • Duta Villa Bandara, Kosambi
  • Perum Villa Tomang Baru, Kosambi: 23 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 140 cm.
  • Kampung Rawa Burung, Kosambi
  • Pergudangan Pantai Indah Dadap Blok GF, Kosambi
  • Kampung Lontar Gang Jamblang
  • Desa Kalibaru, Pakuhaji
  • Kampung Sepatan Tengah, Sepatan
  • Kampung Rawa Lumpang, Kosambi: Ketinggian air mencapai 100 cm, berdampak pada 2.000 Kepala Keluarga (KK).
  • Jalan Perumahan Duta Bandara Permai, Kosambi
  • Kampung Kalijaya Gang Mushola 2
  • Kampung Tawang, Kosambi
  • Kampung Babulak Astana, Pakuhaji: Ketinggian air 30 cm, berdampak pada 19 KK dan 57 jiwa.
  • Kampung Babulak Batok, Pakuhaji: Ketinggian air 30 cm, berdampak pada 5 KK dan 20 jiwa.
  • Kampung Sungai Turi, Pakuhaji: Ketinggian air 50 cm, berdampak pada 330 KK dan 990 jiwa.
  • Kampung Sungai Turi, Pakuhaji: Ketinggian air 80 cm, berdampak pada 660 KK dan 1.000 jiwa.

Pemicu Cuaca Ekstrem

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Senin (12/1) merupakan bagian dari pola cuaca yang meluas di beberapa daerah lain di Indonesia. Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa kondisi serupa juga terjadi di wilayah Pulau Jawa lainnya hingga daerah Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil.

“Dalam 24 jam terakhir, hujan lebat hingga sangat lebat mengguyur wilayah Jabodetabek dan meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Ida Pramuwardani pada Senin (12/1).

Advertisement

BMKG mencatat hujan dengan kategori sangat lebat (lebih dari 100 mm/hari) terjadi di Jawa Barat (129 mm), Nusa Tenggara Timur (126 mm), dan Bali (120 mm). Kondisi hujan deras ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat.

“Kondisi cuaca ekstrem ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat. Pertama, terdapat peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa,” jelasnya.

Advertisement