Bekasi, Jawa Barat – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bekasi sejak kemarin sore (22/1/2026) menyebabkan banjir parah di wilayah Duta Kranji, Bekasi Barat. Luapan air dari Kali Cakung menjadi penyebab utama terendamnya pemukiman warga, memaksa sedikitnya 80 orang mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Situasi Darurat di RW 01 dan RW 10
Menurut Lurah Kotabaru, Endang Kusnadi, banjir kali ini berdampak langsung pada dua rukun warga (RW), yaitu RW 01 dan RW 10. Ketinggian air dilaporkan mencapai sebatas pinggang orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh total.
“Yang ngungsi saat ini 30 orang yang di RW 10. Yang di RW 01 kurang lebih ada berapa, 50 orang. Karena ini memang langsung terdampak aliran Kali Cakung. RW 01 dan RW 10,” ujar Endang saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa luapan Kali Cakung mulai terjadi sejak Jumat sore, dan hingga kini ketinggian air belum juga surut. Kondisi ini diperparah dengan kiriman air dari hulu yang terus mengalir.
Bantuan dan Evakuasi Pengungsi
Menghadapi situasi darurat ini, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) telah bergerak cepat. Tenda pengungsian didirikan untuk menampung sebagian warga, sementara sisanya diungsikan ke masjid terdekat.
“Ya, untuk sementara kita koordinasi dengan BPBD, dengan Dinsos juga terkait masalah bantuan makanan dan minuman (untuk pengungsi). Terus persediaan matras juga,” ungkap Endang.
Pihak kelurahan juga masih melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di rumah mereka yang terendam banjir. Proses evakuasi akan terus dilakukan demi keselamatan warga.
“Untuk sekarang makanya kita cek ini, masih ada nggak warga. Itu kemungkinan ada tuh. Nanti kita akan evakuasi,” tegasnya.
Siklus Banjir Lima Tahunan
Endang menambahkan bahwa banjir di wilayah Bekasi Barat ini seperti sudah menjadi siklus tahunan, bahkan diperkirakan terjadi setiap lima tahun sekali. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar banjir dapat segera surut.
“Ini siklus, sepertinya siklus 5 tahunan. (Surut) Tergantung kondisi. Pokoknya kalau dari hulunya sudah agak berkurang, otomatis di sini juga untuk apa namanya, genangan airnya juga akan berkurang. Jadi tergantung dari aliran Kali Cakung. Ini kiriman semua,” tutupnya.






