Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (20/2/2026). Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengevakuasi warga, termasuk balita dan warga yang sakit, ke lokasi yang lebih aman menggunakan perahu karet.
Evakuasi Warga Rentan
Proses evakuasi dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Sebanyak 10 personel Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya dikerahkan dengan perlengkapan lengkap, termasuk dua perahu karet, satu skiff boat, ring buoy, jaket pelampung, dan tiga unit mesin tempel. Mereka mendatangi Kebon Pala setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama.
“Anggota Tim SAR Ditpolairud sedang membantu warga untuk evakuasi balita dan warga sakit stroke,” ujar Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa, Jumat (20/2/2026). Ketinggian air di lokasi banjir dilaporkan mencapai 80 hingga 100 cm.
Petugas tidak hanya fokus pada evakuasi manusia, tetapi juga membantu menyelamatkan barang berharga dan kendaraan milik warga ke tempat yang lebih aman. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak, lansia, warga sakit, dan kaum wanita.
Penyebab Banjir dan Ketinggian Air
Menurut Kombes Mustofa, banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi pada Kamis (19/2/2026) malam, serta kiriman air dari Katulampa, Bogor, Jawa Barat.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, melaporkan bahwa air mulai naik sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Ketinggian air terus bertambah hingga mencapai satu meter pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB. “Pagi ini, pukul 09.00 WIB, sekarang air sudah mencapai 100 sentimeter, sudah satu meter,” kata Sanusi kepada kantor berita Antara, Jumat (20/2).
Banjir setinggi satu meter ini merendam perabotan rumah tangga dan kendaraan warga, serta memutus akses jalan lingkungan. Sejumlah warga terlihat berupaya memindahkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.





