Berita

Banjir Kebon Pala Capai 135 Cm, Warga Bertahan di Lantai Dua, 17 RT Terendam

Advertisement

Banjir kembali merendam permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pada Kamis (29/1/2026) pagi, ketinggian muka air (TMA) dilaporkan mencapai 135 sentimeter (cm).

Ketinggian Air Terus Meningkat

Ketua RT 13 RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menyatakan bahwa banjir mulai meninggi sejak pukul 05.00 WIB. Ia memperkirakan ketinggian air akan terus bertambah jika hujan berlanjut.

“Kalau hujan terus, ditambah waktu hujannya lama, terus udah siaga tiga penampungan air, bisa jadi mengalami peningkatan, terus tinggi banjirnya,” ujar Sanusi, mengutip laporan Antara.

Sanusi menambahkan bahwa pada Rabu (28/1) malam, ketinggian air banjir sudah hampir mencapai satu meter. “Dari semalam, air sudah tinggi, hampir satu meter. Pagi ini, sekitar 135 sentimeter dan masih naik,” jelasnya.

Warga Pilih Bertahan di Rumah

Meskipun ketinggian air cukup signifikan, Sanusi memastikan belum ada warga yang mengungsi. Sebagian besar warga memilih untuk bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.

“Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua,” tegas Sanusi.

Kawasan Kebon Pala memang dikenal sebagai wilayah yang rawan dan sering dilanda banjir. Aktivitas warga pun terganggu akibat genangan air yang cukup tinggi ini. Warga kini hanya bisa menunggu air surut sambil terus memantau perkembangan kondisi banjir.

Advertisement

Laporan BPBD DKI: 17 RT Terendam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa total ada 17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat yang terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Yohan di Jakarta, Kamis.

Menurut Yohan, banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1). Hal ini menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Siaga 3, serta meluapnya Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.

Ia merinci, ketinggian air di permukiman penduduk Jakarta Timur mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sementara di Jakarta Barat rata-rata 30 cm.

Advertisement