Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan mendalam atas banjir yang melanda Jakarta dan berdampak luas bagi warga. Curah hujan yang sangat tinggi dalam dua hari terakhir menjadi penyebab utama genangan air di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.
“Yang pertama sebelum saya menjawab tentunya kami menyampaikan rasa perhatian bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas di jalan-jalan di Ibu Kota,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Istana secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jakarta yang terdampak musibah banjir ini. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan memperkuat dan menambah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG, untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari,” jelasnya.
Pemerintah mengakui bahwa banjir di Jakarta tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai (DAS) juga diidentifikasi sebagai faktor signifikan yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir.
“Ini faktor cuaca tingginya curah hujan di bulan basah akhir Januari ini memang cukup tinggi tapi kita tentu menyadari bahwa ini tidak sekadar faktor cuaca. Ini bagaimana perubahan tata ruang juga di situ berpengaruh, bagaimana pendangkalan-pendangkalan aliran daerah-daerah aliran sungai itu juga berpengaruh,” imbuh Prasetyo.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Kamis (22/1) siang, banjir masih menggenangi 15 RT dan 20 ruas jalan di wilayah DKI Jakarta.
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 22 Januari 2026, menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta,” bunyi keterangan BPBD DKI Jakarta, Kamis (22/1). “BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT dan 20 ruas jalan tergenang,” lanjut BPBD DKI Jakarta.






