Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dilanda banjir hebat yang merendam 34 desa di sembilan kecamatan. Peristiwa ini menyebabkan 5.214 kepala keluarga terdampak dan satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Data ini dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (16/2/2026) pukul 02.00 WIB.
Penyebab Banjir
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB. Selain itu, kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang juga menyebabkan sungai meluap. Beberapa tanggul yang jebol dan rusak turut memperparah kondisi banjir.
Dampak di Berbagai Kecamatan
Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa terdampak luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian air 20-40 cm. Desa yang terendam meliputi Klitikan (123 KK), Kedungjati (98 KK), Wates (1.000 KK), Jumo (310 KK), Deras (450 KK), Kalimaro (321 KK), dan Padas (60 KK). Genangan di wilayah ini dilaporkan telah surut.
Sementara itu, Kecamatan Tegowanu dilanda banjir dengan ketinggian air berkisar 20-100 cm. Desa Tajemsari terdampak di Dusun Kendalsari dan Mlangi (171 KK), Desa Sukorejo (600 KK), dan Desa Kebonagung (526 KK) serta 102 hektare sawah. Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari jebol, dan tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, mengalami kerusakan. Kondisi di Tegowanu berangsur surut.
Di Kecamatan Gubug, Desa Penadaran terdampak di tiga dusun dengan ketinggian air 30-50 cm dan kini telah surut. Kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang terus dilakukan untuk mencegah luapan susulan. Petugas gabungan terlihat memantau dan memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug.
Kecamatan Purwodadi masih tergenang banjir. Kelurahan Purwodadi terdampak pada 584 KK di lingkungan Jajar, Kemasan, Jetis Barat, Jetis Selatan, Simpang Utara, dan Banaran. Di Kelurahan Kalongan, Perumahan Permata Hijau terdampak signifikan dengan ketinggian air mencapai 1 meter dan 1.180 KK terdampak. Desa Karanganyar (Dusun Karangasem) dan Desa Ngraji masih tergenang dengan ketinggian air 20-50 cm.
Banjir juga melanda Kecamatan Karangrayung di Desa Karangsono dan Desa Mojoagung. Tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, jebol sepanjang kurang lebih 15 meter, menyebabkan air masuk ke permukiman warga. Genangan berangsur surut dan tersisa di beberapa ruas jalan desa.
Di Kecamatan Geyer, tiga rumah di Desa Bangsri sempat terendam 25 cm dan kini telah surut. Kecamatan Toroh terdampak di sembilan desa, termasuk Desa Tambirejo (200 KK di tiga dusun), Katong, dan Sugihan, dengan ketinggian air 30-50 cm. Genangan di Toroh berangsur surut.
Kecamatan Pulokulon terdampak luapan Sungai Peganjing di Desa Karangharjo, khususnya Dusun Legundi, setinggi 50 cm. Sebanyak 30 warga melakukan evakuasi mandiri. Sementara itu, banjir masih terjadi hingga siang hari di Kecamatan Penawangan, sedikitnya enam desa terdampak, termasuk Desa Leyangan, Toko, Sedadi, Tunggu, Karangwader, dan Pengkol.
Gangguan Transportasi
Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu transportasi nasional. Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terhambat akibat rel terendam banjir di Km 32 pada petak jalur antara Stasiun Karangjati dan Gubug. Petugas telah melakukan pengamanan dan penanganan untuk memastikan keselamatan operasional.
Peringatan dan Imbauan
Hingga pukul 14.00 WIB, pantauan tinggi muka air di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi 26,68 mdpl atau berada pada level siaga dan berangsur turun. Namun, Pos Menduran mencatat tren kenaikan debit air. BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi, distribusi logistik, monitoring, dan penguatan tanggul darurat.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi dalam dua hari ke depan. Dengan kondisi tanggul yang jebol di beberapa lokasi dan debit sungai yang fluktuatif, ancaman banjir susulan tetap ada. BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir di Grobogan.






