Berita

Banjir Duri Kosambi Meluas, Ibu Hamil dan Balita Dievakuasi Perahu Karet

Advertisement

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di permukiman Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026). Ketinggian air di lokasi tersebut dilaporkan mencapai satu meter.

Evakuasi Kelompok Rentan

Menggunakan perahu karet, petugas dikerahkan untuk mengevakuasi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, balita, dan lansia. Dalam salah satu momen evakuasi, seorang ibu muda terlihat memeluk erat anaknya sambil memegang payung merah muda di atas perahu karet. Wajahnya menunjukkan kecemasan, pandangannya bergantian antara sang buah hati dan area daratan yang dituju.

Tiga personel pemadam kebakaran dari Pos Taman Palem, Cengkareng, berupaya mendorong dan menarik perahu karet tersebut. Mereka berjuang melawan arus air yang tingginya telah mencapai pinggang orang dewasa.

Kekhawatiran Orang Tua

Salah seorang warga yang dievakuasi, Nisa (30), mengaku terpaksa mengungsi karena khawatir akan kondisi anaknya yang masih balita. “Tadinya mau di rumah saja dulu. Tapi airnya naik terus dari pagi. Takutnya nanti malah makin dalam dan susah keluar, kasihan anak,” ujarnya.

Advertisement

Nisa berencana mengungsi ke rumah kakaknya yang berlokasi di kawasan Semanan, yang dilaporkan tidak terdampak banjir. Ia juga mengkhawatirkan potensi pemadaman listrik dan kesulitan akses air bersih jika tetap bertahan di rumahnya yang tergenang.

Sempat terlintas niat untuk menerobos banjir berjalan kaki bersama suaminya. Namun, demi keamanan sang anak, Nisa memutuskan untuk menunggu bantuan. “Ngeri kalau jalan kaki. Airnya sudah sepinggang, menunggu saja, ternyata benar ada Damkar bawa perahu,” tuturnya.

Harapan untuk Solusi Banjir

Nisa telah menyiapkan tas ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya untuk dibawa mengungsi. Ia menyuarakan harapan agar permasalahan banjir yang kerap terjadi di Jakarta dapat segera menemukan solusi permanen. “Ya semoga cepat surut, enggak banjir-banjir lagi lah. Kasihan yang anak-anak kecil,” imbuhnya.

Advertisement