Berita

Banjir dan Longsor Kudus Tewaskan 3 Orang, Termasuk Balita yang Hanyut

Advertisement

Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan 14.437 jiwa terdampak. Bencana ini juga merenggut tiga nyawa, termasuk seorang balita yang ditemukan tertutup lumpur dan ranting.

Detail Dampak Bencana

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, total ada 4.610 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyatakan, “Total jumlah terdampak 4.610 KK dengan 14.437 jiwa, ada korban jiwa 3 orang.”

Ahmad menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, memicu meluapnya sejumlah sungai di Kudus, antara lain Sungai Piji, Dawe, dan Gelis. Wilayah yang terendam banjir meliputi 6 desa di Kecamatan Mejobo, 2 desa di Kudus Kota, 1 desa di Jekulo, dan 5 desa di Kecamatan Kaliwungu.

Longsor Landa Sejumlah Kecamatan

Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa kecamatan. Kecamatan Dawe mencatat 24 titik longsor di 10 desa. Di Kecamatan Gebog, terdapat 19 titik longsor di 2 desa, dan di Kecamatan Bae ada 2 titik longsor di 1 desa.

Advertisement

Identitas Korban Jiwa

Tiga korban jiwa yang dilaporkan adalah:

  • AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang terseret arus sungai pada Minggu (11/1).
  • S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang tertimpa tebing longsor pada Minggu (11/1).
  • INU (5 tahun), seorang anak yang hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, melaporkan penemuan korban INU. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus,” jelas Budiono dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Advertisement