Banjir parah melanda perumahan subsidi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (23/1/2025). Ketinggian air dilaporkan sempat mencapai 2 meter, merendam tujuh perumahan subsidi dan perkampungan warga.
Kondisi Terparah di Green Lavender dan Nebraska
Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, menyatakan bahwa perumahan Green Lavender dan Nebraska menjadi lokasi terdampak paling parah. Ketinggian air saat ini berkisar 150 sentimeter, namun sempat melonjak hingga 200 sentimeter.
“Ada tujuh perumahan terendam. Yang paling parah di Green Lavender dan Nebraska. Ketinggian saat ini sekitar 150 sentimeter, kemarin sempat 200 sentimeter,” ujar Taufik pada Sabtu (24/1/2025).
Luapan Kali CBL Jadi Penyebab Utama
Banjir yang belum juga surut ini disebabkan oleh luapan Kali CBL. Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter membuat genangan bertahan lama.
“Karena ada luapan Kali CBL, jadi masih stuck di 150-lah,” jelas Taufik.
Warga Butuh Bantuan Logistik Mendesak
Taufik mengungkapkan bahwa warga sangat membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji seperti mi instan. Ia berharap bantuan tersebut segera tersalurkan.
“Belum ada bantuan, tolong kirim bantuan, sudah lelah banget ini pemerintah desa. Bantuan kayak mi instan atau yang siap saji,” tuturnya.
Ribuan Keluarga Terpaksa Mengungsi
Akibat banjir yang merendam rumah hingga hampir tenggelam, sebanyak 3.000 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Ketinggian yang terparah saat ini di dekat bantaran Kali CBL. Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, ya kondisinya rumah hampir habis ketutup banjir,” ucap Taufik.
Evakuasi Balita dan Warga Menggunakan Perahu
Proses evakuasi warga, termasuk balita, dilakukan pada Jumat (23/1) menggunakan perahu oleh petugas. Sebuah video menunjukkan seorang ibu yang tengah dievakuasi bersama balitanya.
Warga yang dievakuasi diarahkan ke beberapa lokasi aman seperti musala, bangunan warga, dan sekolah.
“Dievakuasi ke musala, bangunan warga, sekolah, dan lain-lain yang aman,” kata Taufik.






