TAPANULI TENGAH, SUMATERA UTARA – Enam kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dilanda banjir bandang pada Kamis (12/2/2026). Peristiwa ini menyebabkan satu jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, dilaporkan hanyut terbawa arus deras.
Enam Kecamatan Terdampak
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio hanyut. Banjir bandang ini juga melanda lima kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Tukka, Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan, Kecamatan Barus, dan Kecamatan Sitahuis.
Penyebab dan Dampak Banjir
Banjir bandang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah Tapteng. Luapan ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari sebelumnya. Arus banjir yang kuat dilaporkan membawa banyak material, termasuk kayu-kayu besar, yang kemudian tertahan di jembatan Jalan ST. Z Tampubolon.
“Air sungai di jembatan Jalan ST.Z Tampubolon antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang banyak kayu tertahan/terhambat,” ujar Masinton Pasaribu, merujuk pada penumpukan material yang menghambat aliran sungai.
Ketinggian air di beberapa titik permukiman warga dilaporkan bervariasi, bahkan ada yang mencapai 1 meter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang terdampak langsung oleh banjir bandang.





