Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda banjir bandang yang menerjang enam desa di Kecamatan Sanggar dan Tambora. Ratusan rumah dilaporkan terendam, bahkan ruas jalan raya berubah menjadi aliran sungai akibat luapan air.
Detail Kejadian Banjir di Bima
Menurut Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) pagi. Enam desa yang terdampak banjir tersebar di dua kecamatan, yakni Tambora dan Sanggar.
“Hujan dua hari berturut-turut, enam desa di Kecamatan Tambora dan Sanggar terendam banjir,” ujar Huda, Minggu (22/2/2026).
Ia merinci, di Kecamatan Tambora, sebanyak 140 unit rumah warga terendam banjir. Tak hanya rumah, sejumlah fasilitas umum juga ikut tergenang, termasuk SDN 1 dan 2 Labuan Kananga, masjid, kantor desa, serta Pasar Labuan Kananga.
“Akses jalan raya provinsi di Desa Labuan Kananga juga tergenang air bercampur lumpur hingga menghambat arus lalu lintas,” tambah Huda.
Sementara itu, di Desa Kawinda Na’e, Kecamatan Tambora, tercatat sebanyak 20 unit rumah terendam banjir. Kondisi yang lebih parah terjadi di desa ini, di mana jalan raya berubah menjadi aliran sungai setelah tanah dari bahu jalan terkikis oleh banjir.





