Tegal – Kawasan wisata Pantai Larangan di Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendadak dipenuhi gelondongan kayu dalam jumlah besar. Tumpukan kayu ini merupakan dampak dari banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci.
Batang-batang kayu tersebut dilaporkan terdampar di pantai pada Sabtu (24/1/2026) malam, sehari setelah banjir bandang terjadi di Guci. Warga setempat menduga kayu-kayu tersebut berasal dari hutan di Gunung Slamet dan terseret arus Sungai Gung saat banjir melanda pada Jumat (23/1/2026) malam hingga akhirnya mencapai muara. Pantai Wisata Larangan sendiri diketahui berada di sebelah timur muara Sungai Gung.
Ali Sadikin (60), seorang warga Larangan, Desa Munjungagung, menjelaskan bahwa variasi ukuran dan panjang kayu yang ditemukan sangat beragam, banyak di antaranya berupa gelondongan utuh. Ia meyakini asal muasal kayu tersebut dari kawasan Guci karena keluar dari muara Sungai Gung di Pantai Larangan.
“Pantai ini dekat muara Kali (sungai) Gung, sungai ini tersambung sampai ke Guci. Sehari setelah kejadian banjir, kayu-kayu ini keluar dari muara Kali Gung,” ujar Ali Sadikin kepada wartawan pada Minggu (25/1/2026) sore.
Ia menambahkan, jenis kayu yang terhampar di pantai tersebut bervariasi, meliputi sengon, pinus, albasia, mahoni, dan berbagai jenis lainnya. Ali menduga, batangan kayu itu merupakan sisa-sisa penebangan liar di lereng Gunung Slamet.
Selain gelondongan kayu, fenomena tak biasa lainnya terjadi di pantai tersebut. Warim, warga setempat lainnya, melaporkan bahwa pascabanjir, kawasan pantai dipenuhi bangkai ikan air tawar yang masih segar. Ikan-ikan tersebut langsung diserbu warga untuk dibawa pulang.
“Sabtu siang banyak ikan dari gunung yang mengambang. Jenisnya macam macam, nila, patin, ikan emas, banyak banget. Langsung diambil warga,” ungkap Warim.






