Berita

Banjir 4 Meter di Jayanti Tangerang, 500 Warga Mengungsi Akibat Luapan Sungai Cidurian

Advertisement

Tangerang, Banten – Banjir dengan ketinggian air mencapai 4 meter merendam ratusan rumah warga di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Akibatnya, sebanyak 500 jiwa terpaksa mengungsi dari kediaman mereka yang terendam luapan Sungai Cidurian.

Luapan Sungai dan Curah Hujan Tinggi

Banjir mulai merendam kawasan tersebut sejak Jumat (23/1) dini hari. Hampir seluruh rumah di RT 04, RW 05, Perumahan Taman Cikande, dilaporkan tenggelam. Camat Jayanti, Yandri Permana, menyatakan bahwa banjir kali ini berdampak pada 702 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.532 jiwa.

“Hampir seluruh rumah di RW 04 terendam banjir. Kemudian di RT 05 yang lokasinya lebih tinggi, sekitar sepertiga rumah juga sudah terendam,” ungkap Yandri Permana di Tangerang, Jumat (23/1).

Ia menambahkan, jumlah warga yang terdampak terus bertambah seiring dengan peningkatan ketinggian air. Sebagian warga berupaya mengevakuasi barang berharga menggunakan perahu karet, sementara ratusan lainnya mengungsi ke posko pengungsian maupun rumah saudara.

Kondisi banjir diperparah oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir. “Ketika volume air sungai sudah sangat tinggi lalu ditambah hujan deras yang terus-menerus, air di kawasan perumahan tidak bisa mengalir kembali ke sungai,” tutur Yandri.

Advertisement

Posko Pengungsian dan Kebutuhan Mendesak

Saat ini, terdapat empat posko pengungsian yang menampung sekitar 500 jiwa. Para pengungsi mayoritas terdiri dari kelompok lansia, anak-anak dengan disabilitas, dan balita. “Jadi sebagian ada yang mengungsi di rumah saudara dan ada di posko. Dan kemungkinan ini akan bertambah,” ujarnya.

Pihak kecamatan mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa perahu karet untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak serta distribusi logistik. Selain itu, pasokan logistik tambahan untuk dapur umum juga sangat dibutuhkan.

“Perahu karet sangat dibutuhkan untuk evakuasi dan distribusi logistik. Untuk logistik kebutuhan dasar, sementara masih mencukupi, namun kami tetap membutuhkan tambahan, terutama untuk keberlangsungan dapur umum,” kata Yandri.

Advertisement