Kendal dilanda banjir hebat. Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (15/1) sore hingga malam menyebabkan 20 desa di lima kecamatan terendam air. Ketinggian air dilaporkan mencapai 70 sentimeter, merendam akses jalan, sekolah, dan ratusan rumah warga.
Detail Kejadian
Berdasarkan laporan detikJateng pada Jumat (16/1/2025), banjir masih menggenangi sejumlah desa. Di Desa Kumpulrejo dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, banjir terjadi akibat jebolnya pintu air Sungai Waridin.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat pagi, tercatat 20 desa/kelurahan dari lima kecamatan terdampak banjir. Ia merinci, “Hingga Jumat (16/1) pagi ini, kami mencatat ada 20 desa/kelurahan dari lima kecamatan yang masih terendam banjir. Kalau banjir di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong akibat pintu airnya Sungai Waridin jebol.”
Ketinggian Air dan Wilayah Terdampak
Meskipun ketinggian air di permukiman warga dilaporkan mulai surut, Iwan menjelaskan bahwa genangan masih berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter. “Genangan banjir rata-rata sudah mulai surut, saat ini ya sekitar 20 sentimeter hingga 70 sentimeter,” ujarnya.
Lima kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Kendal, Ngampel, Pegandon, Brangsong, dan Kaliwungu. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya lima sungai utama di wilayah tersebut, yaitu Sungai Kendal (Kecamatan Kendal), Sungai Penut (Kecamatan Pegandon), Sungai Bedo (Kecamatan Ngampel), Sungai Waridin (Kecamatan Brangsong), dan Sungai Aji (Kecamatan Kaliwungu).






