Berita

Bahlil Ungkap Alasan Sari Yuliati Gantikan Adies Kadir sebagai Wakil Ketua DPR

Advertisement

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membeberkan alasan di balik penunjukan Bendahara Umum Golkar, Sari Yuliati, untuk mengisi posisi Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir. Bahlil menekankan komitmen partainya dalam memastikan representasi perempuan di tingkat pimpinan parlemen.

Komitmen Representasi Perempuan

“Kita tidak tanggung-tanggung menempatkan bukan lagi pimpinan komisi, tapi langsung pimpinan DPR. Dan saya pikirkan perempuan punya hak dong, masa laki-laki aja. Kalau ini, saya bela perempuan,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Menurut Bahlil, penunjukan Sari sejalan dengan nilai-nilai inklusif yang diusung Partai Golkar. Ia menyatakan bahwa setiap kader memiliki kesempatan yang sama dalam partai.

“Dan karena itu setiap kader memiliki hak yang sama. Kita selama ini bicara gender, bicara tentang emansipasi selalu menjadi tema-tema,” jelasnya.

Advertisement

Dukungan Terhadap Putusan MK

Lebih lanjut, Bahlil menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat representasi perempuan di pimpinan alat kelengkapan Dewan (AKD) DPR. Ia menegaskan dukungan penuh partainya terhadap putusan tersebut.

“Bahkan beberapa waktu lalu MK memutuskan agar proporsional 30 persen perempuan harus menduduki di jabatan-jabatan di alat kelengkapan Dewan. Bagi Golkar, itu sesuatu hal yang baik,” pungkasnya.

Sari Yuliati secara resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI sisa masa jabatan 2024-2029 dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (27/1/2026). Sebelumnya, Sari menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Penunjukan ini dilakukan setelah Adies Kadir mengundurkan diri dari Partai Golkar menyusul pengesahannya sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Advertisement