Berita

Badan Geologi Turunkan Tim Ahli Kaji Fenomena Sinkhole Misterius di Sawah Sumbar

Advertisement

Tim ahli dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah diturunkan ke Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, untuk menyelidiki kemunculan fenomena sinkhole atau lubang runtuhan di kawasan pertanian Pombatan. Penurunan tim ini dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat dan munculnya berbagai isu terkait fenomena alam tersebut.

Fokus Pengambilan Data dan Pemeriksaan

Menurut keterangan yang diterima dari detikSumut pada Sabtu (10/1/2026), tim ahli Badan Geologi tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Limapuluh Kota. Taufik Wirabuana, perwakilan tim dari Badan Geologi, menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah pengambilan data dan pemeriksaan mendalam terhadap fenomena sinkhole yang terjadi.

“Kami baru datang, agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini,” ujar Taufik Wirabuana dalam keterangannya.

Kajian Cepat Selama Dua Hari

Kajian cepat oleh tim Badan Geologi direncanakan berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu hingga Minggu (11/1/2026). Taufik menjelaskan bahwa timnya akan menganalisis kondisi tanah dan air di sekitar lokasi untuk memahami karakteristik fenomena tersebut, yang diyakini berbeda dengan kasus sinkhole yang pernah terjadi di Pulau Jawa.

Advertisement

“Rencananya, Sabtu sampai Minggu. Kita di sini belum all-out. Kita hanya fokus pada kajian cepat, pemeriksaan untuk menjawab fenomena apa sebenarnya. Melihat fenomena tanahnya seperti apa, airnya seperti apa. Kondisi sinkhole di sini, tentu berbeda dengan di Jawa,” jelas Taufik.

Peringatan Terhadap Isu Tak Berdasar

Taufik juga menanggapi maraknya isu di media sosial yang menyebutkan bahwa air dari dalam sinkhole tersebut memiliki khasiat sebagai obat penyembuh penyakit. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada klaim yang belum didukung oleh bukti ilmiah.

“Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” tegas Taufik.

Advertisement