Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau situasi badai salju yang melanda sejumlah negara di Eropa. Hingga Kamis (8/1/2026), belum ada laporan mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.
Koordinasi dengan KBRI
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag dan Paris. Kedua perwakilan RI di Eropa tersebut belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh badai salju.
“Hingga saat ini KBRI Den Haag dan KBRI Paris kita belum menerima laporan adanya WNI yang terkena dampak (badai salju),” ujar Yvonne di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Yvonne menambahkan bahwa Kemlu secara intensif memonitor perkembangan situasi cuaca di Eropa, khususnya di negara-negara yang paling merasakan dampak cuaca dingin bersalju.
“Kami sudah koordinasi juga kemarin in close contact dengan KBRI Den Haag dan KBRI Paris, memang kita terus monitor perkembangan situasi negara-negara yang paling terdampak situasi cuaca dingin bersalju seperti di Belanda dan di Prancis,” jelasnya.
Gangguan Transportasi dan Imbauan Kewaspadaan
Badai salju dilaporkan telah menyebabkan gangguan signifikan pada berbagai moda transportasi publik di Eropa, termasuk penerbangan dan kereta api.
Menyikapi kondisi tersebut, Yvonne mengimbau seluruh WNI yang berada di Eropa untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Memang pelayanan transportasi publik, penerbangan semua, kereta, itu kan mengalami gangguan. Untuk itu memang KBRI Den Haag dan KBRI Paris telah meng-invoke kepada seluruh WNI untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca,” tuturnya.






