Berita

Badai Magnet Bumi Skala Berat Terjadi, Ini Dampaknya di Indonesia

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadinya badai magnet Bumi dengan skala berat pada Minggu, 20 Januari 2026, dini hari. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Penyebab Badai Magnet

Menurut informasi yang diunggah melalui akun Instagram Bidang Geofisika Potensial BMKG (@geopot_bmkg), badai magnetik ini dipicu oleh ledakan Matahari berskala moderat. Ledakan tersebut menghasilkan lontaran massa korona yang bergerak menuju Bumi.

Aliran partikel bermuatan dari lubang korona ini mempercepat angin Matahari. Ketika angin Matahari menghantam medan magnet Bumi, terjadi tekanan pada magnetosfer. Gangguan dan fluktuasi kuat pada medan magnet inilah yang kemudian menghasilkan badai magnet dengan level G4 (Severe) menurut klasifikasi NOAA.

Berdasarkan pemantauan BMKG terhadap nilai Indeks K dan Indeks A, nilai indeks A maksimum yang tercatat mencapai 63. Angka ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala kuat hingga berat yang terdeteksi oleh stasiun pengamatan magnet di Indonesia.

Advertisement

Dampak Umum Badai Magnet

Secara umum, badai magnet dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain:

  • Gangguan pada komunikasi radio High Frequency (HF).
  • Gangguan sinyal satelit dan sistem GPS.
  • Munculnya fenomena aurora, yang biasanya terlihat di daerah lintang tinggi.

Dampak di Indonesia

Meskipun badai magnet yang terjadi dikategorikan berat, dampaknya terhadap wilayah Indonesia yang berada di lintang rendah relatif kecil. Hal ini disebabkan oleh posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator geomagnetik. Di wilayah ini, medan magnet Bumi cenderung lebih horizontal (inklinasi mendekati 0°), sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik dari dampak terburuk badai magnetik.

BMKG menegaskan bahwa badai magnet bukanlah ancaman, melainkan sebuah fenomena alam. Lembaga ini terus melakukan pemantauan Indeks Kemagnetan Bumi Lokal (Indeks K) secara near-realtime untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Advertisement