Berita

Badai Gunung Slamet Hambat Evakuasi Jasad Syafiq Ali, Tim SAR Lakukan Estafet

Advertisement

Tim SAR gabungan melanjutkan upaya evakuasi jenazah Syafiq Ali yang berada di Gunung Slamet pada Kamis, 15 Januari 2026. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan sistem estafet antarpos mengingat medan yang panjang dan ekstrem.

Evakuasi Bertahap Lewat Jalur Dipajaya

Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Handika, menjelaskan bahwa tim yang berada di puncak gunung telah berhasil menaikkan jenazah korban. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju jalur Dipajaya dan selanjutnya akan dibawa menuju Pos 9 Pelawangan.

“Untuk skema evakuasi saat ini, teman-teman yang berada di atas itu sudah menaikkan korban. Saat ini korban sedang perjalanan menuju jalur Dipajaya. Nanti masuk ke jalur Pos 9 Pelawangan,” jelas Handika dilansir detikJateng.

Penempatan Personel di Setiap Pos untuk Jaga Stamina

Dalam upaya evakuasi ini, Basarnas menempatkan relawan tim gabungan di setiap pos pendakian. Langkah ini diambil untuk menjaga stamina tim mengingat jarak tempuh yang cukup panjang.

Advertisement

“Setiap pos nanti diisi dengan kekuatan teman-teman. Karena medannya cukup panjang, jadi kita butuh stamina. Agar stamina tidak terkuras, kita tempatkan personel di masing-masing pos,” ujar Handika.

Cuaca Buruk Tunda Evakuasi Semalam

Handika juga mengungkapkan bahwa upaya evakuasi sempat tertunda pada malam sebelumnya akibat kondisi cuaca buruk di puncak Gunung Slamet.

“Evakuasi semalam terkendala cuaca. Di atas itu hujan dan badai, sehingga kami mempertimbangkan keselamatan tim,” katanya.

Advertisement