Berita

Atasi Banjir Daan Mogot, Pemprov DKI Pasang 3 Pompa Stasioner Kapasitas 7.000 Liter/Detik

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan segera memasang tiga unit pompa stasioner di kawasan Daan Mogot Km 13, Jakarta Barat, sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Penanganan banjir secara menyeluruh ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Kondisi Geografis Jadi Penyebab Utama

Pramono Anung menjelaskan bahwa banjir di Daan Mogot Km 13 terjadi karena posisi jalan yang lebih rendah dibandingkan permukaan Sungai Mookervart. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rentan tergenang bahkan saat curah hujan tidak terlalu tinggi.

Pramono Anung menuturkan, “Daan Mogot Km 13 ini selalu banjir karena jalannya di bawah permukaan Sungai Mookervart. Curah hujan tidak perlu tinggi, 100 milimeter saja pasti banjir.”

Peningkatan Kapasitas Pompa Signifikan

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI akan menempatkan tiga pompa stasioner di titik Km 13, Km 13A, dan Km 13B. Sebelumnya, kawasan ini hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik.

Dengan pemasangan pompa stasioner ini, kapasitas penanganan banjir diharapkan meningkat drastis.

“Sekarang dengan pompa stasioner, kapasitasnya menjadi sekitar tujuh kali lipat, kurang lebih 7.000 liter per detik,” ujar Pramono Anung.

Pramono berharap solusi ini dapat secara efektif mengurangi genangan air yang selama ini menjadi masalah rutin di Daan Mogot.

Advertisement

Penyelesaian Proyek Mangkrak dan Normalisasi Sungai

Gubernur Anung juga memastikan bahwa proyek penanganan banjir yang telah mangkrak sejak tahun 2022 akan segera diselesaikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan yang belum terselesaikan.

“Ini memang sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan yang tidak selesai-selesai. Mudah-mudahan tahun 2027 seluruh penanganan di sini bisa rampung,” ucapnya.

Selain fokus pada pemasangan pompa, Pemprov DKI juga akan melanjutkan program normalisasi sejumlah sungai penting, termasuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Terkait pembebasan lahan yang masih tersisa, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam waktu dekat.

Opsi Pembangunan Flyover untuk Solusi Permanen

Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan opsi pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot. Gubernur Anung telah menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk melakukan kajian ulang terhadap rencana pembangunan flyover dengan panjang lebih dari 2 kilometer.

Pembangunan flyover ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir di salah satu ruas jalan arteri utama di Jakarta Barat tersebut.

Advertisement