CILEGON, Banten – Warga di Cikuasa, Merak, Cilegon, Banten, digegerkan oleh kemunculan asap oranye pekat yang membubung dari sebuah pabrik kimia pada Sabtu (31/1/2026) siang. Rekaman warga yang beredar menunjukkan kepulan asap tersebut, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Menanggapi hal ini, Kepolisian Resor (Polres) Cilegon segera mendatangi lokasi pabrik untuk melakukan pengecekan.
Penjelasan Polisi: Bukan Kebocoran Tangki
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Silitonga menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, asap oranye tersebut bukanlah indikasi kebocoran pada tangki penyimpanan, Intermediate Bulk Container (IBC), atau pipa pabrik. Ia menjelaskan bahwa asap tersebut muncul sebagai akibat dari proses pembersihan pipa yang melibatkan reaksi kimia.
“Bukan tangki penyimpanan atau IBC (intermediate bulk container) atau kempu yang bocor atau pipa yang bocor, akan tetapi karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat atau nitric acid yang dialirkan dengan cara didorong dengan menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber yang selanjutnya menggunakan selang atau hose dialirkan dan bercampur dengan base oil atau minyak pelumas di dalam kempu,” ungkap Martua saat dikonfirmasi pada Minggu (1/2/2026).
Prosedur Standar Operasional Perusahaan
Menurut Martua, proses keluarnya asap oranye tersebut merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) darurat perusahaan saat melakukan pembersihan pipa. Pihak pabrik melaporkan bahwa petugas yang tengah melakukan pembersihan menemukan salah satu wadah penyimpanan (kempu) sedikit mengembung setelah ditinggal sementara.
“Di mana kempu itu sudah tertutup rapat kemudian ditinggal salat setelah itu petugas kembali di mana kempu agak sedikit menggembung permukaannya dan selanjutnya dibuka tutupnya baru keluar gas bercampur asap yang berwarna oranye,” jelas Martua.
Ia menambahkan bahwa kejadian ini terjadi karena adanya pencampuran bahan kimia saat proses pembersihan. Asam nitrat yang tidak berwarna, ketika bercampur dengan base oil, memicu reaksi kimia yang menghasilkan asap berwarna oranye. “Karena HNO3 tidak berwarna bercampur lah dengan base oil, itu namanya reaksi kimia, sifatnya asam nitrat tidak berwarna. Jadi nggak ada namanya pipa bocor,” tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan bahwa pengecekan yang dilakukan tidak menemukan adanya pipa yang bocor. Wadah yang disebut kempu tersebut memang berfungsi sebagai tempat penyimpanan asam nitrat dan digunakan dalam prosedur pembersihan pipa.
Uji Kualitas Udara Dilakukan
Asap oranye yang keluar dari kempu tersebut dikategorikan sebagai SOP tanggap darurat perusahaan. Untuk memastikan keamanan lingkungan, dinas terkait telah dikerahkan untuk melakukan uji kualitas udara.
“Iya SOP. Ya, namanya SOP tanggap daruratnya begitu harus dinetralisir karena harus dimasukkan cairan ke dalamnya namanya panas harus dikasih air. Bagaimana bisa membuktikan udara itu steril melalui pengecekan baik mutu udara ambien, alatnya dari DLH,” pungkas Martua.






