Berita

AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Amerika Latin Terbelah Sikap

Advertisement

Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tindakan ini merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dan menuai kecaman dari sejumlah pemimpin internasional.

Rusia dan China Kecam Tindakan AS

Rusia dan China, yang selama ini dikenal sebagai sekutu kuat Venezuela, mengecam keras penangkapan Maduro. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tindakan AS tidak dapat dibenarkan dan merupakan agresi bersenjata. “Permusuhan yang berideologi telah mengalahkan pertimbangan pragmatis, serta keinginan untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan prediktabilitas,” ujar Kemenlu Rusia, seperti dilansir TASS. Rusia mendesak AS untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menawarkan diri mendukung dialog.

Senada dengan Rusia, Kementerian Luar Negeri China juga menyerukan AS untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. “China menyerukan AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Maduro dan istrinya, segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya,” ujar Kemenlu China, dilansir CNN, Minggu (4/1/2026). China mendesak AS menghentikan upaya menggulingkan rezim Venezuela dan menyelesaikan masalah melalui dialog.

Amerika Latin Terbelah

Penangkapan Maduro memicu reaksi beragam dari negara-negara di Amerika Latin. Sejumlah negara sekutu AS memuji tindakan tersebut, sementara yang lain mengutuknya. Kolombia, Brasil, Meksiko, Uruguay, dan Kuba mengutuk serangan AS dan menyerukan PBB untuk mencari solusi damai. Sementara itu, Argentina, Paraguay, dan Ekuador menyambut baik penangkapan Maduro. Panama menyatakan dukungan untuk oposisi politik Venezuela, sedangkan Guatemala menyerukan dialog lebih lanjut.

Advertisement

PBB Prihatin, Tunjuk Presiden Interim

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi militer AS di Venezuela dan dampaknya terhadap kawasan. Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan Guterres khawatir dengan preseden berbahaya yang diciptakan oleh perkembangan ini dan menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB.

Menyusul penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Eloina Rodriguez Gomez sebagai Presiden interim. Keputusan ini didasarkan pada konstitusi Venezuela untuk menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan negara dalam menghadapi agresi asing.

Advertisement