Berita

Apjatel Riau Dukung Penuh Penertiban Kabel Fiber Optik Semrawut di Pekanbaru

Advertisement

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Riau menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam menertibkan kabel fiber optik yang dinilai semrawut dan membahayakan. Langkah ini disambut baik oleh asosiasi sebagai upaya penataan kota yang perlu dilakukan.

Dukungan Penuh dari Apjatel Riau

Ketua Apjatel Riau, Ahmad Fadli, menegaskan bahwa penertiban kabel fiber optik yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru sudah sangat tepat. Ia menekankan pentingnya penertiban tanpa pandang bulu, baik bagi penyedia layanan lokal maupun nasional.

“Bagus (soal penertiban kabel fiber optik), yang penting jangan tebang pilih. Mau provider lokal atau nasional tertibkan saja semua,” ujar Ahmad Fadli saat dikonfirmasi.

Fadli mencatat bahwa mayoritas dari 25 anggota terdaftar di Apjatel Riau bersedia untuk mengikuti aturan penertiban kabel. Namun, ia juga mengakui adanya beberapa anggota yang belum bersedia karena berbagai alasan.

Laporan Warga dan Dampak Negatif Kabel Semrawut

Apjatel Riau mengaku sering menerima laporan dari masyarakat terkait dampak negatif kabel fiber optik yang semrawut. Laporan tersebut mencakup insiden pengendara yang tersangkut, kecelakaan, hingga terjatuh akibat kabel yang menjuntai di jalan.

“Jadi banyak juga laporan kepada kami terkait keberadaan kabel fiber optik ini. Banyak laporan terus masuk ke kami soal pengendara kena jerat, jatuh karena kabel fiber optik, ada kita tindak dan selesaikan,” ungkap Fadli.

Advertisement

Pengalaman Penataan di Kota Lain

Fadli menambahkan bahwa Apjatel memiliki pengalaman dalam melakukan perbaikan dan penataan kabel di kota lain, seperti di Bandung. Ia yakin hal serupa dapat diterapkan di Pekanbaru dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Kami prinsipnya mendukung kebijakan Pemko Pekanbaru untuk menertibkan ini. Kami di Bandung juga sudah lakukan perbaikan dan penataan, di Pekanbaru juga bisa sebenarnya dan tentu kami dukung Pak Wali bersama Forkopimda lain,” jelasnya.

Sebagai bukti nyata, Apjatel bersama beberapa anggotanya telah berhasil menertibkan kabel fiber optik di Jembatan Leton Pekanbaru. Hasilnya, area tersebut kini bebas dari kabel semrawut yang mengganggu pejalan kaki.

“Ada contoh penertiban kabel di Jembatan Leton itu juga tuntas karena dibawah jembatan, artinya bisa. Kita akui memang jorok. Saya harap memang potong saja yang bandel, memang perlu keberanian untuk penataan kota. Saya rasa semua akan sepakat kalau untuk kebaikan bersama dan untuk kemajuan kota,” kata Fadli.

Pembentukan Satgas Khusus

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian dan kejaksaan, telah sepakat untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Pembentukan satgas ini bertujuan untuk mempercepat dan mengoptimalkan penertiban kabel fiber optik yang telah menimbulkan keluhan dari banyak masyarakat.

Advertisement