JAKARTA – Planetarium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali beroperasi pada awal 2026, namun sistem antrean tiket on the spot (OTS) menuai keluhan dari sejumlah pengunjung yang kecewa karena tak kunjung mendapat tiket masuk meski telah mengantre sejak pagi.
Kondisi Antrean yang Semrawut
Pantauan di lokasi pada Kamis (1/1/2026) pukul 13.00 WIB, antrean tiket OTS untuk pertunjukan pukul 14.00 WIB tampak mengular dari loket hingga sisi terluar area planetarium. Sejumlah petugas keamanan terlihat berupaya menertibkan antrean yang padat dan mulai tidak kondusif, dengan beberapa pengunjung yang baru datang mencoba menyerobot antrean.
Salah seorang pengunjung, Tyas (37), mengaku telah mengantre bersama anaknya sejak pukul 7 pagi. Ia menyuarakan kekecewaannya terhadap manajemen antrean yang dinilai tidak jelas dan tidak adil. “Udah ngantri tapi nggak adil karena antreannya udah nggak bener. Dari awal, manajemennya udah nggak jelas. Dia ngasih on the spot tapi antreannya nggak teratur,” ujar Tyas.
Ia menambahkan, seharusnya ada kepastian bagi pengunjung yang datang lebih awal. “Harusnya kan kalau memang kita udah datang dari pagi oke kita dapat di antrean kedua, atau show yang ketiga, keempatlah. Jadi ada kepastian, ini nggak. Jadi kalau kita udah nggak dapet show pertama, kita harus ngantre (ulang) lagi show kedua-ketiga,” keluhnya.
Tyas juga menyoroti perilaku pengunjung lain yang dianggapnya menyalahi aturan, seperti mengambil beberapa tiket atau memalsukan nomor antrean. “Harusnya sesuai SOP-nya kan 1 tiket 1 identitas kan. Harusnya nggak boleh nitip-nitip kaya begitu dong,” tuturnya.
Pengunjung lain, Solikhin (40), yang telah mengantre sejak pukul 09.00 pagi, mengaku terkejut melihat antrean yang berantakan saat kembali setelah menunaikan salat Jumat. “Kita tuh dari di sana tadi pagi di ujung sana, sampai ke sini kirain malah rapi, malah tambah chaos karena banyak yang nyelak-nyelak kaya gitu,” ucapnya.
Tiket Online Ludes Terjual
Solikhin yang datang bersama istri dan kedua anaknya mengungkapkan bahwa tiket melalui pembelian online telah habis terjual hingga 18 Januari mendatang. “Tadi pagi sembari ngantre saya buka di website yg disediakan oleh panitia itu emang udah habis sampai tanggal 18. Jadi sembari ngantre sembari ngantre online juga. Dan itu sudah sold out semua sampai tanggal 18,” tuturnya.
Ia menilai kurangnya kesiapan pihak penyelenggara dalam menangani lonjakan pengunjung dan berharap adanya perbaikan sistematis. “Harapannya sih sebenernya manajemen antreannya sih kalau OTS. Terus yang kedua kalaupun misalnya dibuka pemesanan tiket online gitu, mungkin kuotanya sih kayaknya, kuotanya diperbanyak sih,” ungkapnya.
Tanggapan Pengelola
Head of SBU Taman Ismail Marzuki, Anya A. Christiana, menanggapi keluhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tiket OTS dibuka satu jam sebelum pertunjukan dan setiap keluarga dapat membeli langsung tanpa diwakilkan untuk menghindari calo. Jumlah tiket OTS yang tersedia hanya 90, dengan 5 kursi dialokasikan untuk pendamping disabilitas.
“Sebenarnya tiket on the spot ini kami buka 1 jam sebelumnya. Lalu misalnya satu keluarga nih datang berempat, mau dibeli langsung itu bisa. Sudah langsung ada di lokasi, jadi nggak boleh diwakilkan gitu. Karena menghindari adanya jastip, adanya pencaloan gitu. Terus juga kami sudah menyampaikan juga jumlah on the spot tiket itu hanya 90 karena yang 5-nya untuk pendamping disabilitas ya,” kata Anya.
Anya menduga tingginya animo masyarakat yang penasaran dan ingin merasakan pengalaman serupa dengan yang lain menjadi penyebab antrean yang kurang kondusif. “Ya mungkin apa ya, karena penasaran mungkin ya. Banyak juga orang lain mungkin yang sudah nonton, pengen juga ya, FOMO lah ya. Jadi pengen juga ikut antre mereka juga,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa kapasitas Planetarium sudah maksimal dan tidak memungkinkan adanya penambahan kursi, meskipun jam tayang telah dimaksimalkan hingga empat kali sehari untuk menjaga peralatan.
Anya mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memprioritaskan pemesanan tiket secara online demi kenyamanan. Ia juga memastikan bahwa Planetarium akan beroperasi secara permanen. “Sebetulnya gini, kalau kami terus menyarankan supaya masyarakat ini bersabar dulu. Kami paham semuanya pengen datang, pengen lihat. Tapi kan kalau kami yang ngelihatnya dari sisi warga bawa anak datang ke sini, belum ada kepastian bisa nonton atau enggak lebih baik supaya nyaman untuk semuanya ditunggu mendapatkan tiket dari online,” kata dia.
“Dan kami akan buka seterusnya Ini nggak cuma sehari dua hari, permanen event. jadi mohon bersabar kalau saya bilang. Berpikir untuk kenyamanan keluarganya,” pungkasnya.






