PT Aneka Tambang (Antam) membantah kabar yang beredar mengenai adanya ledakan dan kebocoran gas berbahaya di lubang tambang emas mereka di Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Pihak Antam menegaskan bahwa informasi mengenai 700 karyawan yang terjebak adalah keliru dan tidak benar.
Klarifikasi Antam
General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menjelaskan bahwa tidak ada kejadian ledakan maupun kebocoran gas berbahaya. Ia juga mengklarifikasi bahwa tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang. Angka 700 jiwa yang beredar kemungkinan merujuk pada nama portal yang sudah tidak digunakan lagi untuk kegiatan operasi penambangan, yaitu portal level 700.
“Perusahaan Antam menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana yang beredar, informasi yang beredar dan dalam konten yang beredar. Serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang. Antam meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa,” kata Nilus Rahmat kepada wartawan, Rabu (14/1/2016).
“Kami meluruskan pada kesempatan ini, bahwa hal itu keliru dan mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan lagi untuk kegiatan operasi penambangan yaitu namanya portal level 700,” imbuhnya.
Penyebab Asap di Lubang Tambang
Nilus Rahmat memaparkan bahwa asap yang memenuhi area penambangan emas bukan akibat ledakan, melainkan diduga akibat terbakarnya kayu penyangga di dalam lubang penambangan yang terjadi pada Selasa (13/1) dini hari. Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600, yang terdeteksi pada hari Selasa dini hari 13 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.
“Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600, yang terdeteksi pada hari Selasa dini hari 13 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Pada salah satu level kerja yang diduga berasal atau yang diindikasikan berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga,” kata Nilus.
Peningkatan Kadar Karbon Monoksida
Asap yang muncul dalam lubang tambang tersebut mengakibatkan peningkatan kadar karbonmonoksida (CO) hingga melewati batas aman bagi manusia. Pada saat kejadian, nilai ukur CO bisa mencapai 1.200 PPN, jauh di atas ambang aman yaitu 25 PPN. Kondisi ini sangat berbahaya apabila terpapar, sehingga operasional tambang dihentikan sementara dan karyawan diminta keluar dari lokasi.
“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbonmonoksida atau CO, di atas ambang yang dianggap aman bagi manusia yaitu sebesar 25 PPN, sedangkan pada saat kejadian nilai ukur itu bisa itu mencapai 1.200 PPN. Pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar, sehingga kita langsung melakukan penanganan,” kata Nilus.
“Sesuai prosedur keselamatan kondisi ini segera harus direspon melalui penghentian sementara aktivitas di area terdampak pengaturan dan penyelesaian sistem ventilasi serta isolasi area kerja dengan tujuan utama mencegah paparan terhadap pekerja,” lanjutnya.
Penanganan Masih Berlangsung
Saat ini, pihak Antam masih melakukan penanganan dan menunggu kondisi udara membaik untuk mencari sumber asap. Petugas akan masuk untuk melakukan upaya pembersihan dan penanganan api atau asap yang masih tersisa setelah kadar CO turun di bawah 25 PPN.
“Jadi saat ini kita sedang menunggu, sudah turun di bawah 25 ptm ini kita coba masuk, akan kita coba lihat, tapi belum dapat ketemu titik asap yang kemarin jadi sumber asap tersebut. Kita menunggu, nanti setelah cukup aman kita akan masuk dan lakukan upaya pembersihan dan juga penanganan api atau asap yang masih tersisa disana,” kata Nilus.
Konfirmasi Bupati Bogor
Sebelumnya, beredar informasi mengenai lubang tambang emas di area izin usaha pertambangan PT Antam di Kecamatan Nanggung, Bogor, yang mengeluarkan asap. Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan bahwa tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Pihak Antam telah menyampaikan secara langsung bahwa tidak ada korban dari karyawan PT Antam.
“Pertama memang tadi disampaikan pihak Antam beredar video dari lubang yang keluar asap. Keluar asap tersebut sumbernya disampaikan pihak aneka tambang terjadi pukul 00.30 dini hari, dan dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan dari aneka tambang,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
“Setelah kita melakukan pengecekan, setelah kita melakukan kolaborasi bersama-sama, dari pihak aneka tambang tadi sebenernya sudah menyampaikan secara langsung, bahwa tidak ada korban dari karyawan PT Antam,” imbuhnya.






