Berita

Angkot Tabrak Pejalan Kaki di Bogor, Korban Terseret 200 Meter

Advertisement

Sebuah insiden kecelakaan tragis terjadi di Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, ketika seorang sopir angkutan kota (angkot) menabrak seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan. Korban, yang diidentifikasi dengan inisial NS (30), dilaporkan terseret sejauh kurang lebih 200 meter.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam. Menurut Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, korban mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut. “Akibat kecelakaan tersebut, luka berat satu orang, seorang penyeberang jalan,” ujar Ares.

Kronologi kejadian bermula saat angkot tersebut melaju dari arah Puncak menuju Gadog. Kondisi jalan yang menikung ke kanan dan menurun, ditambah cuaca gelap dan hujan pada malam hari, serta marka jalan yang tidak terputus, menjadi faktor yang menyertai kecelakaan.

Ipda Ares Rahman menjelaskan bahwa angkot tersebut bergerak ke sisi kanan jalan untuk menyalip minibus lain yang berada di depannya. “Pada saat bersamaan, bodi samping sebelah kiri menabrak seorang penyeberang jalan yang berinisial NS,” tuturnya. Pada saat kejadian, korban bergerak dari bahu jalan sebelah kiri ke arah kanan dari arah Gadog.

Akibat tabrakan tersebut, korban NS sempat terseret sejauh sekitar 200 meter. Luka-luka dialami korban di bagian tangan, pipi, ketiak, dan paha. Ia kemudian segera dilarikan ke rumah sakit dan pengobatan alternatif untuk mendapatkan perawatan medis.

Advertisement

Sopir Menyerahkan Diri

Sopir angkot yang sempat melarikan diri dari lokasi kejadian akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Diduga, sopir tersebut kabur karena rasa takut.

Petugas sempat mendatangi rumah pengemudi yang kabur, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat, hanya ada istrinya. Tak sampai satu hari setelah kejadian, sopir angkot tersebut mendatangi kantor Subunit Laka Ciawi untuk menyerahkan diri. “Sampai ke rumahnya, nggak ada (pengemudinya). Yang ada hanya istrinya. Lalu pada akhirnya singkat cerita istrinya itu mungkin membujuk, lalu kemudian sopir angkotnya datang menyerahkan diri ke kantor Subunit Laka Ciawi,” ungkap Ares.

Pihak kepolisian menduga sopir kabur karena ketakutan. “Pada saat kejadian memang sopir itu kabur, mungkin karena ketakutan atau bagaimana,” kata Ares.

Advertisement