Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (17/2/2026). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan jaringan komunikasi di jalur Padang-Solok menjelang momen Lebaran.
Pentingnya Jaringan di Jalur Rawan
Andre Rosiade, didampingi oleh Manager Network Operation Productivity Telkomsel Padang, Andy Suapril, dan tim teknis, menekankan krusialnya pembangunan BTS di Sitinjau Lauik. Kawasan ini dikenal sebagai jalur ekstrem yang kerap dilanda kecelakaan dan bencana longsor. Kehadiran jaringan telekomunikasi yang andal diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mempercepat respons dalam situasi darurat.
“Sitinjau Lauik ini rawan bencana dan rawan kecelakaan. Kita ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan sinyal yang baik. Kalau ada kejadian darurat, komunikasi bisa dilakukan dengan cepat. Juga perantau yang akan pulang kampung jelang Lebaran,” ujar Andre Rosiade dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Pembangunan BTS ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan infrastruktur digital hingga ke wilayah-wilayah strategis dan rawan di Sumatera Barat. Andre menilai kolaborasi antara DPR RI dan Telkomsel sangat penting untuk mengatasi masalah blank spot komunikasi di jalur lintas provinsi ini.
“Jadi insya Allah inilah komitmen dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia, khususnya Sumatra Barat. Segera bisa menikmati sinyal di perjalanan Solok-Padang melewati Sitinjau Lauik. Alhamdulillah,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut.
Progres Pembangunan dan Target Operasi
Menurut penjelasan tim Telkomsel, pembangunan tower setinggi 72 meter tersebut saat ini telah memasuki tahap pengecoran pondasi. Proses erection tower diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga hari. Telkomsel optimis BTS ini dapat beroperasi penuh sebelum Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Andre Rosiade berharap, rampungnya pembangunan BTS ini akan memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama para pemudik yang kembali ke kampung halaman saat Lebaran, dengan adanya jaringan komunikasi yang stabil.
“Harapan kita sebelum Lebaran masyarakat sudah bisa menikmati sinyal yang baik di jalur Sitinjau Lauik. Ini penting untuk keselamatan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Optimalisasi Jaringan dan Solusi Blank Spot
Andy Suapril menambahkan bahwa cakupan sinyal dari BTS Sitinjau Lauik diproyeksikan akan menjangkau area Panorama 2 dan mendukung jaringan di sekitar proyek flyover Sitinjau Lauik. Selain itu, Telkomsel juga menyiapkan optimalisasi jaringan dari BTS Bukit Subang di Kabupaten Solok untuk memastikan jalur Padang-Solok tidak lagi mengalami putus sinyal.
Pembangunan BTS di Sitinjau Lauik ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi titik blank spot di jalur vital Sumatera Barat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di kawasan tersebut.





