Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menunjukkan keseriusannya dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu fokus utamanya adalah percepatan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi Bukittinggi-Sicincin.
Hal ini ditegaskan Andre saat menghadiri rapat percepatan pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Rabu (4/2/2026). Rapat yang digelar atas undangan Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU, Dedy Gunawan, ini dihadiri pula oleh Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Rachman Arief Dienaputra, Direktur Utama Hutama Karya Kuntjoro, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.
Turut hadir pula para kepala daerah terdampak proyek, yaitu Bupati Tanah Datar Eka Putra, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis, Bupati Agam Benny Warlis, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Dalam forum tersebut, Andre Rosiade menekankan bahwa pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin merupakan proyek prioritas nasional yang menuntut eksekusi segera.
Fokus Rapat dan Instruksi Presiden
Pembahasan dalam rapat difokuskan pada kesiapan teknis, skema pembiayaan, serta langkah-langkah strategis agar konstruksi dapat dimulai sesuai rencana. Andre Rosiade menyampaikan komitmen pemerintah yang kuat.
“Pemerintah sudah sangat jelas komitmennya. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada Menteri PU, Dody Hanggodo, untuk mengeksekusi pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi. Targetnya, pekerjaan bisa mulai berjalan akhir 2026,” ujar Andre Rosiade.
Usulan Perubahan Trase untuk Pemerataan Ekonomi
Selain mendorong percepatan, Andre Rosiade juga mengusulkan perubahan trase jalan tol dari rencana awal. Jika semula jalur dirancang melewati Lembah Anai langsung ke Agam, Andre mengusulkan agar trase digeser ke belakang Gunung Marapi sehingga melewati wilayah Kabupaten Tanah Datar.
Menurut Andre, perubahan trase ini memiliki dampak strategis bagi pemerataan ekonomi. Jalur baru tersebut akan membuka akses logistik bagi daerah-daerah seperti Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya, dan Kabupaten Solok untuk mengirim hasil pertanian dan tambang ke Riau maupun pelabuhan. Arus truk batu bara dan CPO juga dapat dialihkan dari kawasan rawan Sitinjau Lauik langsung ke jalan tol melalui lingkar luar Solok.
“Dari sisi teknis dan bisnis, trase belakang Gunung Marapi juga lebih menguntungkan. Pembebasan lahannya relatif lebih mudah karena didominasi perkebunan dan lahan kosong, serta berpotensi meningkatkan kelayakan investasi atau IRR bagi Hutama Karya,” ucapnya.
Ketegasan Pemerintah dalam Pembebasan Lahan
Andre Rosiade juga menyoroti ketegasan pemerintah dalam proses pembebasan lahan. Ia memastikan proyek strategis nasional ini tidak akan terhambat oleh persoalan yang berlarut-larut.
“Musyawarah tetap diutamakan dengan prinsip ganti untung. Namun jika sudah tiga kali musyawarah tidak tercapai kesepakatan, pemerintah akan menggunakan mekanisme konsinyasi sesuai aturan. Ini tidak bisa ditunda-tunda,” tegas Andre Rosiade.
Para kepala daerah yang hadir menyatakan komitmen penuh untuk mengawal proyek tersebut agar tidak mengalami hambatan seperti pembangunan Tol Padang-Sicincin sebelumnya. Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, menegaskan bahwa keberadaan Tol Padang-Pekanbaru, khususnya seksi Bukittinggi-Sicincin, sangat krusial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang saat ini masih berada di kisaran 3 persen.
“Kalau konektivitas ini terwujud, ekonomi Sumbar akan bergerak lebih cepat dan lebih merata. Ini bukan hanya soal jalan tol, tapi soal masa depan pembangunan Sumatera Barat,” katanya.
Dukungan Pemprov dan Target Operasional
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk koordinasi lintas sektor serta fasilitasi proses yang dibutuhkan. “Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” tegas Mahyeldi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra menyebutkan pihaknya menargetkan Jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi Sicincin/Kayu Tanam-Bukittinggi tuntas dan beroperasi pada 2031. Target ini dapat tercapai apabila seluruh tahapan perencanaan serta pembangunan berjalan sesuai jadwal.
“Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor berjalan optimal sejak tahap awal,” ucap Rachman Arief.
Investasi dan Pelaksana Proyek
Rapat tersebut juga mengungkap bahwa kebutuhan investasi pembangunan Jalan Tol Sicincin/Kayu Tanam-Bukittinggi mencapai Rp 25,23 triliun. Pembangunan ruas tol ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan.






