Seorang remaja putri berinisial C, yang merupakan anak dari seorang influencer berinisial H, diduga menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan di lingkungan sekolahnya. Pelaku diduga adalah teman korban sendiri di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Menurut penuturan H, peristiwa ini bermula ketika seorang teman anaknya berinisial R mengajak C untuk menyambut tahun baru bersama. Namun, C memilih untuk pergi bersama H saat liburan tahun baru.
“Nah kebetulan di tahun baru kemarin itu saya punya ‘plan’, saya bawalah ke Yogya. Nah pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R),” kata H, dilansir Antara, Rabu (21/1/2026).
Kejadian perundungan dan pelecehan ini baru terungkap setelah C menceritakan kejadian tersebut kepada H. Setelah liburan sekolah usai, C mendengar kabar dari teman-temannya bahwa R memiliki rencana untuk membius korban saat tahun baru.
“Ternyata si R ini mempunyai rencana mau ngajak si C, itu di tahun baru kemarin mau dibawa kemana gitu, terus mau dibius. Ya kan, mau dibius dengan tujuan pasti kita tahulah arahnya,” ujar H.
Mengetahui hal tersebut, C langsung menanyakan langsung kepada R. Namun, R saat itu beralasan bahwa ajakannya hanya candaan.
“Anak saya ketika dengar gosip itu langsung tanya, ‘kamu kemarin ngajakin ke aku tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia (R) bilang, ‘iya, tapi aku cuma bercanda kok,’ gitu. Cuma bercanda, gini gini gini. Semua selalu berdalihnya bercanda,” katanya.
Dugaan Perundungan Verbal
Selain dugaan pelecehan, C juga disebut pernah menegur R karena membahas hal yang tidak pantas terkait kakak C di sebuah grup percakapan. Grup tersebut diketahui berisi puluhan siswa laki-laki.
“Dia (R) itu kan punya grup cowo-cowo nih isinya ada 40 orang. Ternyata di grup itu juga ngebahas masalah anak pertama saya. Ada bahasalah di grup-grup seperti itu yang seharusnya tidak pantas,” ujar H.
H juga mengungkapkan bahwa anaknya telah mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025, yang intensitasnya semakin meningkat pada November 2025.
Tindakan Dinas Pendidikan
Menanggapi laporan ini, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur (Jaktim) II, Horale, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus tersebut.
“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Horale saat dikonfirmasi secara terpisah.






