Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab menyambut baik inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang mempertemukan para mantan Menlu dan Wakil Menlu. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan masukan terkait pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Masukan Strategis untuk Dewan Perdamaian
Alwi Shihab menilai langkah Presiden Prabowo ini sangat positif dan merupakan kali pertama para mantan pejabat tinggi luar negeri diajak berdiskusi. “Saya kira ini sangat positif, ini kan pertama kali begini, yang bekas Menlu diajak bicara, beliau ini bijaksanalah,” ujar Alwi kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memanggil para mantan Menlu untuk mendengarkan pandangan mereka mengenai pembentukan dewan tersebut. “Pak Presiden panggil kami ini yang bekas Menlu untuk mendapat masukan-pendapat kami gimana , itu aja , saya sudah aja masukannya, nggak bisa saya sampaikan, disampaikan di depan Presiden,” imbuhnya.
Dukungan dengan Catatan Penting
Alwi Shihab menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan Board of Peace. Ia menilai pertimbangan Presiden Prabowo valid. “Mendukunglah, masa nggak dukung. Presiden punya pandangan kenapa dia mesti ikut dan itu ada alasan alasannya, dan saya kira alasannya valid,” tuturnya.
Namun, Alwi juga menyampaikan sebuah catatan penting yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo. Ia menekankan agar badan tersebut tidak hanya memperhatikan Israel, tetapi juga memastikan partisipasi Palestina. “Ya, ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu saja kira-kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita sudah masuk, masa kita bilang keluar, kan nggak mungkin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alwi berharap agar keikutsertaan Indonesia dalam dewan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan Palestina. “Justru itu yang perlu diperbaiki di dalam, jadi jangan sampai… kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong. Tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong ‘Jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan’ itu kira-kira yang ingin saya sampaikan,” pungkas Alwi.
Pandangan Mantan Menlu Lain
Sebelumnya, mantan Menlu Marty Natalegawa dan Retno Marsudi juga telah tiba di Istana. Keduanya mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pembahasan. “Saya tidak tahu, sama dengan Anda-anda. Saya hanya memenuhi undangan,” kata Marty Natalegawa.
Marty Natalegawa menambahkan bahwa ia memiliki pandangan tersendiri mengenai Dewan Perdamaian tersebut dan akan menyampaikannya serta mendengarkan pandangan lain dalam pertemuan tersebut. “Saya ada pandangan sendiri tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti,” ujarnya.






