JAKARTA – Sebuah aksi pencurian yang tergolong nekat terjadi di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat. Pelaku berhasil menggondol tas berisi laptop dan ponsel dari dalam ballroom hotel, dengan gerak-geriknya terekam jelas oleh kamera CCTV. Kejadian ini sontak menjadi viral setelah rekaman video tersebar di media sosial.
Modus Operandi Pelaku
Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat memasuki lobi hotel dan disambut oleh petugas bell boy yang membukakan pintu. Pelaku mengenakan kemeja batik lengan panjang, berkacamata, dan tampak menggantungkan sebuah lanyard di lehernya. Ia kemudian terekam memasuki sebuah ruangan di lantai dua hotel.
Dengan lihai, pelaku berpura-pura sedang menelepon sambil mengamati situasi. Tak lama kemudian, ia keluar dari ruangan tersebut dengan menggendong sebuah tas ransel yang diduga merupakan barang curian.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Menindaklanjuti laporan dari korban, pihak Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku.
“Kami sudah menerima laporan dan masih menyelidiki kasus tersebut,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa pencurian ini terjadi pada Selasa (10/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, yang merupakan perwakilan dari Kementerian Perhubungan, sedang mengikuti rapat di sebuah ballroom yang terletak di lantai dua hotel tersebut.
Saat jam istirahat sekitar pukul 12.00 WIB, korban menaruh tas berwarna hitam yang berisi satu unit telepon genggam dan laptop di meja kerja ruang rapat. Namun, ketika korban kembali ke ruangan pada pukul 12.50 WIB, barang-barang berharga tersebut sudah raib.
“Pada saat kembali ke ruang rapat jam 12.50 WIB korban mendapati barang-barang tersebut sudah tidak ada,” jelas Roby.
Setelah menyadari barangnya hilang, korban segera meminta rekaman CCTV dan menemukan bahwa tasnya telah diambil oleh orang tidak dikenal. Berdasarkan temuan tersebut, korban kemudian membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.






