Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan geliatnya sebagai penyumbang signifikan bagi perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,39 juta, sebuah pertumbuhan positif 9,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, Januari-September 2025, total kunjungan wisman menembus 11,43 juta, meningkat 10,22% dari tahun 2024. Mayoritas wisman berasal dari negara-negara ASEAN (35,22%), diikuti kawasan Asia lainnya (27,57%).
Pada Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04%, dengan sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 3,96% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Meskipun demikian, sektor ini masih memerlukan dorongan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.
AI sebagai Kunci Perencanaan Perjalanan Wisatawan
Tren terkini menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara semakin mengandalkan teknologi artificial intelligence (AI) dalam merencanakan perjalanan mereka. Laporan Indonesia Tourism Outlook, EY Future Travel Behaviors Observatory: 2025 mengungkapkan bahwa 48% wisatawan berencana menggunakan asisten virtual berbasis AI untuk membantu mereka. Bantuan AI ini mencakup rekomendasi destinasi, akomodasi, kuliner, hingga pengaturan waktu perjalanan.
Potensi besar ini harus dimaksimalkan oleh para pelaku sektor pariwisata Indonesia untuk menangkap peluang yang ada. Dengan pemanfaatan AI yang optimal, diharapkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional dapat semakin meningkat.
Apresiasi Konektivitas Digital 2026 Dorong Ekosistem Digital
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital di berbagai daerah, detikcom menyelenggarakan ‘Apresiasi Konektivitas Digital 2026’. Ajang penghargaan ini ditujukan bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam memperluas akses teknologi dan informasi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan inovasi para penggerak komunitas digital, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam memperkuat infrastruktur dan literasi digital hingga ke pelosok Nusantara. Diharapkan, ajang ini dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat demi pemerataan konektivitas digital.
Cara Pengajuan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital
Periode pengajuan nominasi ‘Apresiasi Konektivitas Digital 2026’ berlangsung mulai 15 November 2025 hingga 28 Februari 2026. Publik dapat mengajukan nominasi melalui situs resmi https://detik.com/apresiasikonektivitasdigital dengan mengisi formulir yang tersedia dan memilih kategori nominasi yang sesuai.
Melalui penghargaan ini, diharapkan pelaku ekonomi kreatif di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, bersaing, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih besar di era digital. Segera daftarkan individu atau komunitas yang telah berkontribusi nyata dalam memperluas konektivitas digital di sekitarmu!






