Berita

Ahmad Ali: PSI Harus Berbenah Diri Agar Jokowi Tertarik Bergabung

Advertisement

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan bahwa partainya terbuka terhadap kemungkinan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk bergabung setelah menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) PSI. Namun, ia menekankan bahwa PSI perlu memantaskan diri terlebih dahulu jika ingin menarik minat Jokowi.

Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI

Ahmad Ali memastikan kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI yang akan digelar malam nanti. Ia menambahkan bahwa ini bukanlah kali pertama Jokowi menghadiri acara PSI.

“Nanti malam hadir. Gini, sebenarnya kalau Pak Jokowi hadir di acara PSI, itu bukan baru pertama kali,” kata Ahmad Ali saat dihubungi, Jumat (30/1/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi pernah menyatakan dukungan terhadap PSI saat menghadiri Kongres PSI pada tahun 2024. Menurutnya, Jokowi hingga kini masih mempertimbangkan untuk bergabung dengan PSI.

“Waktu kita Kongres, Pak Jokowi justru memberi pernyataan yang sangat khas agar ke depannya akan sungguh-sungguh bekerja untuk PSI. Artinya, itu pernyataan yang secara gamblang kan. Apakah kemudian pernyataan itu ditafsirkan sebagai deklarasi kader atau dukungan pribadi dia kan. Artinya, tentu itu beliau akan menimbang dan melihat kepantasan PSI untuk menjadi rumah beliau,” jelasnya.

Harapan Kader dan Syarat Bergabung

Ahmad Ali mengakui tingginya harapan kader PSI agar Jokowi bergabung setelah Rakernas. Namun, ia kembali menegaskan bahwa PSI harus membenahi diri terlebih dahulu.

“Pastinya, bukan cuma PSI, semua pasti mengharapkan tokoh sekaliber Pak Jokowi bergabung dengan PSI, makanya saya bilang PSI harus memantaskan dirinya, PSI harus memantaskan agar kemudian bisa dilirik Pak Jokowi,” ujarnya.

Advertisement

Ia memberikan contoh perbaikan yang perlu dilakukan PSI, seperti memastikan partai memiliki kepengurusan yang baik hingga ke tingkat desa. Hal ini diyakini akan menjadi daya tarik bagi Jokowi.

“Contoh struktur lengkap, bahwa pastikan partai ini diurus dengan baik, kepengurusan ada hingga tingkat desa. Kalau kemudian terurus seperti itu, saya pikir itu jadi daya tarik, bisa jadi salah satu alasan Pak Jokowi bisa bergabung ke PSI. Kita bisa memahami itu Pak Jokowi kemudian sadar, jangan take it for granted ketika dia masuk partai itu sudah besar. Artinya, dia sedang pertaruhkan reputasinya kan, makanya dia kalau pilih partai yang memang memenuhi syarat,” sambungnya.

Ahmad Ali juga mengungkit kekalahan PSI pada Pemilu 2024, meskipun telah mendapat dukungan langsung dari Jokowi.

“Contoh 2024 kemarin ketika beliau masih berkuasa kan endorse PSI, tapi PSI tidak masuk kan. Artinya, setelah ditelusuri, ternyata bukan berarti Pak Jokowi tak punya efek, tapi PSI yang tidak punya struktur, kan begitu,” imbuhnya.

Raja Juli Antoni: Jokowi Adalah Ideologis PSI

Senada dengan Ahmad Ali, Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa kehadiran Jokowi sangat ditunggu-tunggu oleh PSI. Ia menyebut Jokowi akan hadir untuk memberikan pencerahan.

“Pak Jokowi adalah ideologis PSI. Wajar saja setiap kali acara yang menghadirkan banyak kader beliau kami undang untuk memberi pencerahan, dan kehadiran beliau juga ditunggu-tunggu oleh PSI. Insyaallah beliau akan hadir di tengah-tengah kader PSI se-Indonesia,” ujar Raja Juli.

Advertisement