Berita

Aditya Sutanto Ungkap Pesan Eyang Meri Hoegeng: Hidup Sederhana dan Tak Gunakan Fasilitas Dinas

Advertisement

Aditya Sutanto Hoegeng, putra dari almarhumah Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, mengenang pesan-pesan mendiang ibundanya. Salah satu nasihat terpenting yang selalu diingat adalah larangan keras untuk menggunakan fasilitas dinas.

“Nasihat-nasihat yang ke anak-anak, itu sulit. Kita tidak pernah merasakan fasilitas, tidak boleh mempergunakan fasilitas dinas, dan itu semua ayah sampaikan ke ibu, ibu turunkan ke kami,” ujar Aditya usai pemakaman Eyang Meri di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Rabu (4/2/2026).

Sosok Penyabar dan Pendidik Ulung

Aditya juga menggambarkan sosok ibundanya sebagai pribadi yang sangat penyabar. Ia mengungkapkan bahwa Eyang Meri tidak pernah menggunakan kekerasan fisik dalam mendidik anak-anaknya. “Tapi kata-katanya, nasihatnya, itu yang sangat dalam buat kita, dan kami anak-anak, tidak ada kata lain untuk beliau. Di belakang orang yang kuat, seperti almarhum, terdapat orang yang hebat, yaitu Ibu Meriyati Hoegeng,” tuturnya.

Penghargaan dari Masyarakat

Mengenai penghargaan yang pernah diterima Eyang Meri, Aditya menyatakan bahwa keluarga tidak pernah mendorong untuk mendapatkannya. Menurutnya, pengakuan tersebut datang murni dari apresiasi masyarakat.

Advertisement

“Jadi dinilai oleh masyarakat sendiri, bukan kami. Kami hanya menjalani apa yang disampaikan oleh Almarhum Bapak dan diteruskan oleh Ibu,” jelasnya.

Pesan Hidup Sederhana dan Dukungan untuk Suami

Aditya memastikan bahwa pesan-pesan ibundanya, terutama mengenai pentingnya hidup sederhana, akan selalu dikenang dan dipegang teguh oleh keluarga.

“Santai saja kita jalani seperti air. Kita tentu harus bantu Bapak. Bapak posisinya cukup sulit dan selalu menjadi sorotan. Kalau kita tidak jaga itu susah,” pungkasnya.

Advertisement