Jakarta – Pemerintah Indonesia mengerahkan 513 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidroklimatologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Upaya ini merupakan bagian dari tugas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang dibentuk awal Januari 2026.
Fokus pada Daerah Terisolir
Bencana tersebut menyisakan tantangan berat, terutama di wilayah terisolir yang aksesnya sulit akibat kerusakan infrastruktur. Desa-desa di kawasan pedalaman dengan perjalanan panjang menjadi prioritas penanganan. Para nakes yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) angkatan ke-3 ini ditugaskan memberikan layanan kesehatan di pos pengungsian, puskesmas, dan rumah sakit di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Rehabilitasi Infrastruktur Kesehatan
Selain memberikan layanan langsung, tim TCK juga terlibat dalam pembangunan fasilitas kesehatan darurat. Mereka membantu pembangunan puskesmas moduler untuk menggantikan fasilitas yang rusak berat, seperti Puskesmas Lokop di Aceh Timur yang hancur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara. Instalasi 20 unit sumur bor di sejumlah puskesmas di berbagai wilayah Aceh dan Tapanuli Tengah juga menjadi bagian dari upaya pemulihan.
Perbaikan Sarana Transportasi dan Dukungan Dana
Penanganan pascabencana juga mencakup perbaikan sarana transportasi kesehatan. Sebanyak 16 unit ambulans di Aceh dan delapan unit di Sumatera Utara sedang dalam proses perbaikan. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan alat dan layanan kesehatan, Menteri Kesehatan pada 26 Januari 2026 menerbitkan keputusan yang memperbolehkan pemanfaatan sisa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2025.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/52/2026 ini memungkinkan dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota segera menggunakan sisa dana BOK 2025 untuk mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kepmenkes ini mempercepat pemenuhan kebutuhan alat dan layanan kesehatan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Safrizal, Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR Aceh, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).






