Berita

32 Tahun Terpisah, Zainuddin Akhirnya Bertemu Kembali dengan Ibunya di Cilacap Berkat Media Sosial

Advertisement

Bekasi – Sebuah kisah haru mewarnai akhir tahun 2025 ketika Mohamad Zainuddin (39) berhasil dipertemukan kembali dengan ibunya setelah terpisah selama 32 tahun. Perjumpaan tak terduga ini terwujud berkat unggahan di media sosial yang akhirnya membawanya kembali ke rumah masa kecilnya di Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Zainuddin menceritakan bahwa perpisahan itu terjadi ketika ia masih berusia 7 tahun, duduk di bangku kelas 1 SD. Perilaku ‘bandel’ dan sering dimarahi orang tua membuatnya kerap kabur dari rumah.

Perjalanan Penuh Ketidakpastian

Momen perpisahan terakhir terjadi pada waktu magrib tahun 1993. Tanpa membawa bekal apa pun, Zainuddin kecil berjalan kaki menuju rel kereta api. “Pas banget ada kereta berhenti, saya langsung naik saja. Saya sudah tahu itu kereta ke arah Jakarta, tapi nggak tahu nanti turun di mana,” kenangnya.

Ia sempat turun di stasiun yang tidak dikenalnya. Kebingungan sempat menghampirinya, bahkan terlintas keinginan untuk pulang. Namun, karena malam sudah larut, ia kembali naik kereta hingga akhirnya tiba di Stasiun Jakarta Kota keesokan paginya.

Advertisement

Di Jakarta, Zainuddin bertemu dengan perwakilan sebuah yayasan yang menawarkan tempat tinggal dan pendidikan di asrama. Sejak 1993 hingga empat tahun berikutnya, ia menjalani hidup di yayasan tersebut. Namun, pada tahun 1997, suasana asrama berubah akibat pergantian kepemilikan, membuatnya merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk pergi.

Ikhtiar Terakhir di Media Sosial

Perjuangan Zainuddin untuk menemukan kembali keluarganya tidak berhenti. Pada 19 Desember 2025, sepulang dari bekerja, ia memutuskan untuk menuliskan seluruh kronologi perpisahannya dan mengunggahnya di media sosial. “Saya nulis dari malam sampai jam 5 Subuh. Itu ikhtiar terakhir saya. Kalau ketemu, ya saya terima apa adanya,” ungkapnya.

Unggahan tersebut ternyata menjadi kunci. Tak lama berselang, media sosial membawanya kembali ke pelukan sang ibu, mengakhiri penantian panjang selama lebih dari tiga dekade.

Advertisement