Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pandeglang, tengah melakukan perbaikan terhadap 20 ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Pandeglang. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap potensi kerusakan yang lebih parah akibat curah hujan yang tinggi.
Perbaikan Rutin dan Pencegahan Kerusakan
Plt Kepala UPTD PJJ Pandeglang, Yan Ardiyansyah Achmad, menyatakan bahwa pemeliharaan rutin telah dimulai, khususnya untuk jalan-jalan yang terdampak oleh tingginya curah hujan. “Pemeliharaan rutin sudah kita mulai, terutama karena mengantisipasi kerusakan jalan yang terdampak karena curah hujan tinggi,” ujar Yan pada Selasa (20/1/2026).
Yan menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan preventif dan berkelanjutan terhadap jalan dan jembatan sebagai objek vital. “Kita harus bergerak untuk bisa memelihara jalan karena ini kepentingan umum, kalau terus dibiarkan nanti rusak, ya semakin rusak,” ucapnya.
Penanganan Jalan Terdampak Cuaca Ekstrem
Saat ini, UPTD PJJ Pandeglang tengah menangani enam ruas jalan yang rusak akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Untuk penanganan tanah longsor, tim sedang mengidentifikasi metode penanganan yang paling tepat. “Secara berlanjut kita akan terus laksanakan sampai ke titik yang terjauh termasuk di dalamnya memperbaiki longsoran, yang sedang terjadi di wilayah selatan,” jelas Yan.
Perbaikan di ruas Jalan Pandeglang-Cipacung telah dimulai pada awal tahun ini. Yan menyebutkan bahwa secara keseluruhan, terdapat 185 kilometer jalan di bawah tanggung jawab UPTD PJJ Pandeglang yang akan ditangani secara berkala. “Panjang ruas kami di Pandeglang 185 kilometer, terdiri dari 20 ruas jalan, jadi itu yang kita fokuskan,” tuturnya.
Respons Laporan Masyarakat di Jalan Pandeglang-Cipacung
Pembantu PPTK UPT PJJ Pandeglang, Muharor Adiyasa, menjelaskan bahwa penanganan di ruas Jalan Pandeglang-Cipacung merupakan respons terhadap banyaknya laporan dari masyarakat mengenai kondisi jalan yang memprihatinkan. Jalan tersebut dilaporkan mengalami amblas pada bagian samping atau sliding, sehingga memerlukan perbaikan segera. “Kita lakukan pembongkaran jalan existing yang sudah terjadi sliding, kita lakukan pembongkaran beserta dengan pergantian fondasi agregatnya, kita perkuatkan lagi, lalu nanti kita lapis dengan hotmix lagi,” terang Muharor.






